57 Mahasiswa Universitas Timika Diwisuda

Bagikan Bagikan
Para wisudawan dan wisudawati Universitas Timika (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Sebanyak 57 mahasiswa Universitas Timika (Untim) dari 3 Program Studi yakni S1 Agribisnis, S1 Ilmu Komunikasi dan S1 Psikologi yang berhasil menyelesaikan studinya diwisuda pada Kamis (17/12/2020).

Sidang Terbuka senat Universitas Timika dalam rangka wisuda program sarjana (S1) angkatan ke-V  tahun akademik 2020/2021 itu digelar di Hotel Grand Mozza jalan Cenderawasih Timika.

Rektor Untim, Theresia Yunie Puspita,S.Psi,MM menyampaikan dengan terlaksananya wisuda ini merupakan salah satu bentuk tanggungjawab Untim kepada bangsa dan daerah ini dalam penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan memiliki daya saing di era globalisasi saat ini.

"Wisuda adalah proses akhir mahasiswa menyelesaikan tugasnya di sebuah perguruan tinggi, namun sebetulnya ini merupakan babak baru bagi wisudawan-wisudawati untuk dapat berkontribusi bagi masyarakat, daerah terutama bagi bangsa dan negara," ungkap Rektor Untim.

Dia menjelaskan, Untim sendiri merupakan perguruan tinggi di lingkungan kementerian pendidikan dan kebudayaan, di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan tinggi yang berkedudukan di Kabupaten Mimika Provinsi Papua, dengan Badan Penyelenggaranya adalah Yayasan Penyalur Aspirasi Massa Amungsa Timika (YP-PAMAT) yang didirikan oleh putra asli Papua yang memiliki visi bagi pengembangan SDM di Kabupaten Mimika.

Di samping itu Ketua Yayasan, Abraham Timang dalam sambutannya menegaskan bahwa terlaksananya wisuda ini bukanlah akhir dari segalanya, namun ini merupakan langkah awal dalam menghadapi dunia kerja nyata.

Abraham berharap ilmu yang pernah didapat oleh para wisudawan-wisudawati dapat diimplementasikan di tengah masyarakat sebagai kontribusi nyata membangun negara dan daerah.

Untim sendiri masih akan menambah lagi beberapa program studi yang bisa mengakomodir lebih banyak putra-putri asli Papua untuk mengembangkan pendidikan di Daerah ini.  Dirinya berharap terus ada dukungan dari semua pihak terutama dari Pemerintah Kabupaten Mimika sendiri. Ia mengajak semua stakeholder dan Pemerintah untuk sama-sama melihat pendidikan di Papua khususnya di Mimika.

"Berbicara soal SDM dan Pendidikan orang  asli Papua, harus ada keterlibatan dari semua pihak. Tanpa pedidikan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Dengan pendidikan kita dapat membangun daerah ini yang lebih baik, untuk itu SDM dan generasi-generasi yang baik harus dipersiapkan dari sekarang, " ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi LL-DIKTI Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Suriel S. Mofu dalam kesempatan itu menyampaikan setelah menyelesaikan pendidikan pada perguruan tinggi, setiap wisudawan-wisudawati harus mampu melengkapi diri dengan literasi-literasi baru agar dapat bersaing di dunia nyata.

"Dengan telah menyelesaikan pendidikan terakhir (Wisuda) masing-masing pribadi wajib melengkapi diri sendiri dengan literasi baru dalam membaca dan menganalisa data, literasi teknologi untuk mengetahui dan menggunakan aplikasi atau mesin- mesin modern, karena di semua lini pekerjaan saat ini telah menggunakan aplikasi yang modern, dan tidak kalah penting adalah literasi manusia, dimana di sini saudara-saudara dituntut untuk dapat menghargai nilai-nilai kemanusian secara universal karena dengan literasi baru ini, saudara dapat berkompetisi di dunia yang semakin hari semakin berkembang," ujar Suriel.

Sebab kata Suriel, itu tidak cukup hanya dengan ilmu yang telah diperoleh di sebuah perguruan tinggi.

"Kita harus terus berusaha untuk menemukan dan mengetahui, karena jika kita tahu maka kita berpengetahuan, " tuturnya.

Tambah Suriel, nama besar sebuah perguruan tinggi tidak menjamin sebuah kualitas, namun  kualitas lulusanlah yang akan membawa nama sebuah perguruan tinggi," ulasnya.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM yang hadir pada kesempatan itu, dalam orasi ilmiahnya menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Mimika tentunya sangat mendukung pendidikan di Mimika yang lebih maju, terutama dalam memajukan SDM orang Papua.

Wabup John juga mengakui selama ini pemerintah Kabupaten Mimika kurang memberikan perhatian terhadap perguruan tinggi swasta yang ada di Mimika, namun itu menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Mimika sendiri untuk terus mengembangkan dan lebih peduli terhadap pendidikan di Kabupaten Mimika terutama pendidikan orang asli Papua. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar