Bocah SD di Timika Diperkosa OTK, Pelaku Sulit Diketahui Karena Minim Saksi

Bagikan Bagikan
Kapolres Mimika, AKBP I Gusti G Era Adhinata (Kiri) dan Kasat Reskrim, AKP Hermanto (Kanan) (Dok:SAPA)

SAPA (TIMIKA) – Bocah kelas II salah satu SD di Timika dilaporkan diperkosa oleh OTK di jalan Freeport Lama Timika.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto mengatakan, berdasarkan keterangan pelapor, peristiwa nahas tersebut terjadi di tanggal 5 Desember lalu sekitar pukul 16.30 WIT. Orang tua korban yang mengetahui peristiwa ini  melaporkan ke Polres Mimika sekitar pukul 13.30 WIT tanggal 6 Desember lantaran korban berusia 9 tahun ini merintih kesakitan pada alat vitalnya usai keluar dari kamar mandi.

“Tanggal 6 Desember itu, si anak ini mengeluh kesakitan pada alat vitalnya. Selain merintih kesakitan, orang tuanya juga menemukan adanya bercak darah di lantai makanya langsung melapor,” ungkap AKP Hermanto, Selasa (8/12/2020).

Kepada orang tuanya sebagai pelapor, korban mengaku bahwa di hari kejadian korban sedang mencari makanan ternak pada tumpukan sampah di jalan Leo Mamiri, tepatnya dekat jembatan jalan masuk Lanal. Di tempat tersebut, korban didatangi pelaku dan diajak untuk mencari makanan sisa di jalan Freeport lama. Namun setelah sampai di TKP, pelaku langsung melepaskan celana korban secara paksa dan melancarkan aksi bejatnya. Usai melampiaskan nafsu birahinya, pelaku langsung membawa korban ke wilayah SP1 dan meninggalkan korban.

Untuk terduga pelaku atas kasus ini sementara dilidik, sehingga belum diketahui secara pasti. Sebab, yang dilakukan hanya sebatas memintai keterangan dari korban dan hasil visumnya juga belum diketahui.

"Untuk pelaku sementara dilidik. Hasil visumnya belaum ada. Itu bocah kelas II SD dan berusia 9 tahun," katanya.

Di samping itu, Kapolres Mimika, AKBP I Gusti G Era Adhinata mengungkapkan, Polisi sulit mengetahui pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur dan kasus percobaan pemerkosaan yang terjadi selama 2020 lantaran minimnya saksi.

“Kalaupun korban ataupun keluarga korban melapor tetap akan dilidik, tetapi yang sulit adalah minimnya saksi sehingga pelakunya tidak dapat dipastikan,” ungkap Kapolres Mimika AKBP I G G Era Adhinata, Selasa (8/12/2020).

Meski demikian, Kapolres menegaskan bahwa Polisi akan terus melakukan upaya pengembangan kasus pemerkosaan yang terjadi mengingat kekerasan seksual yang menimpah anak tidak boleh terus terjadi.

“Tapi intinya kami akan tetap mencari sampai terungkap,” tegasnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik org sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik org paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus