BPS Papua: Tiga Kabupaten Mengalami Kemajuan Pesat Pembangunan Manusia

Bagikan Bagikan

Ilustrasi-Anak-Anak Papua sedang bermain di halaman sekolah. (Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA)
- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua menyatakan dari 29 kabupaten/kota, tiga di antaranya mengalami kemajuan pesat pembangunan manusia yakni Nduga (2,60 persen), Puncak (0,80 persen) dan Mamberamo Tengah (0,72 persen).

Kepala BPS Provinsi Papua Adriana Helena Carolina di Jayapura, Rabu, mengatakan kemajuan pembangunan manusia di ketiga kabupaten tersebut didorong oleh peningkatan dimensi pendidikan.

"Sedangkan kabupaten/kota yang mengalami penurunan paling dalam pada tahun 2020 yakni Deiyai (minus 1,30 persen), Dogiyai (minus 1,03 persen), dan Mamberamo Raya (minus 0,80 persen)," katanya.

Menurut Adriana, capaian angka IPM dibedakan menjadi empat kategori yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang dan rendah di mana pencapaian pembangunan manusia pada tingkat kabupaten/kota di Papua pada 2020 masih belum merata.

"Apalagi pada 2020, penurunan IPM juga terjadi pada beberapa kabupaten/kota di Papua, dari 29 kabupaten/kota ada 13 kabupaten/kota yang mengalami penurunan IPM, sisanya 16 mampu tumbuh atau stabil," ujarnya.

Dia menjelaskan penurunan ini menyebabkan status IPM Kota Jayapura yang pada 2019 lalu mampu naik ke “Sangat Tinggi”, kini harus turun kembali ke status “Tinggi”, sehingga, ada empat kabupaten/kota dengan status IPM “Tinggi” yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Biak Numfor, dan Mimika.

"Kabupaten dengan IPM berstatus “Sedang” sebanyak delapan kabupaten yakni Merauke, Nabire, Kepulauan Yapen, Sarmi, Keerom, Waropen, Supiori dan Boven Digoel, sementara itu, sebagian besar kabupaten berstatus 'Rendah' sebanyak 17 kabupaten yaitu Jayawijaya, Paniai, Puncak Jaya, Mappi, Asmat, Yahukimo, Pegunungan Bintang,

Tolikara, Nduga, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Yalimo, Puncak, Dogiyai, Intan Jaya, Deiyai, dan Mamberamo Raya," katanya lagi.

Dia menambahkan Nduga merupakan kabupaten dengan IPM terendah di Papua hanya sebesar 31,55, di mana dilihat menurut komponen pembentuk IPM, nilai setiap komponen Kabupaten Nduga menjadi yang paling rendah dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Papua. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar