Kantor Staf Presiden: Antisipasi Keamanan Pilkada Papua Barat Cukup Baik

Bagikan Bagikan

Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden, Rumadi Ahmad memberikan keterangan kepada awak media usai melakukan pertemuan tertutup bersama Gubernur Papua Barat, KPU, Bawaslu, Polda serta Kodam XVIII/Kasuari di Manokwari.(Foto-Antara)

SAPA (MANOKWARI)
- Kantor Staf Presiden (KSP) menyatakan bahwa Polda Papua Barat sudah melakukan langkah antisipasi cukup baik terhadap kerawanan keamanan pada Pilkada Serentak 2020 di daerah tersebut.

Kantor Staf Presiden yang diwakili Tenaga Ahli Utama Kedeputian V, Rumadi Ahmad pada Senin, melakukan kunjungan ke Papua Barat untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Pilkda di daerah itu. Dalam kunjungan itu KSP menggelar pertemuan di Manokwari bersama Gubernur Papua Barat, Ketua KPU, Bawaslu, Kodam XVIII/Kasuari, serta Kepala Biro Operasional Polda Papua Barat.

"Ada beberapa hal yang menjadi perhatian pemerintah. Tadi dari KPU, Bawaslu, Kodam dan Polda masing-masing melaporkan kesiapannya termasuk bagaimana penerapan protokol kesehatan pada pemungutan suara nanti," ucap Rumadi usai pertemuan yang digelar tertutup tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Polri di setiap daerah telah memiliki peta kerawanan dan membaginya dalam tiga kategori, yakni aman, rawan, dan sangat rawan. Untuk pilkada yang akan digelar di sembilan daerah Papua Barat tidak satu pun daerah yang masuk dalam kategori aman.

"Di sembilan daerah ini Polda Papua Barat memberikan kategori rawan dan sangat rawan. Artinya Polri tidak mau underestimate (meremehkan) dan upaya antisipasi sudah disiapkan," sebut Rumadi lagi.

Menurutnya Polda Papua Barat telah menyiapkan personel, antisipasi serta skenario pengamanan secara baik. Untuk memperkuat pengamanan Polda Papua Barat juga mendapat bantuan personil dari sejumlah Polda di Indonesia. Selain itu, lanjut Rumadi, pasukan TNI dari Kodam XVIII/Kasuari dan seluruh jajaran pun siap membantu pengamanan.

"Skenario pengamanan sudah disiapkan sangat bagus, termasuk di daerah yang ada kotak kosong atau hanya diikuti satu paslon seperti Raja Ampat, Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak," katanya lagi.

Ahmad menambahkan bahwa Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan pun memberikan perhatian cukup serius terhadap keamanan pilkada di daerah ini. Sinergitas antara pemerintah daerah, aparat keamanan serta penyelenggara Pilkada cukup baik.(Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar