Kepala Sekolah di Timika Menyetir Dalam Keadaan Mabuk, Mobil Terjun ke Parit

Bagikan Bagikan
Mobil Avanza yang terjun ke parit (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) – Diduga dalam keadaan mabuk minuman beralkohol, mobil Avanza yang dikendarai seorang Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN  terjun ke dalam parit di jalan irigasi Timika.

Kasatlantas Polres Mimika, Iptu Devrizal mengatakan, mobil tersebut adalah mobil penumpang merek Toyota dengan nomor Polisi DS 1943 MI dan dikendarai oleh Kepsek SMKN di Mimika.

Mobil terjun ke parit sekitar pukul 17.00 WIT, Kamis (3/12/2020), dari arah Kuala Kencana melewati jalur SP5 menuju ke  jalan Hasanuddin. Setibanya di depan kompleks perumahan Kasti terjadilah Laka tunggal.

"Itu mobil milik Kepala Sekolah di Kuala Kencana. Awalnya diinformasikan bahwa sopir dalam keadaan ngantuk, tetapi petugas Polantas temukan adanya botol minuman jenis mension. Berarti kemungkinan besar, pengemudi di bawah pengaruh minuman beralkohol," kata Iptu Devrizal di halaman kantor Pelayanan Polres Mimika, Kamis (3/12/2020).

Mobil tersebut, akan diupayakan untuk dinaikan ke badan jalan dan diangkut ke kantor Polantas Mimika untuk diamankan sebagai barang bukti. Namun, untuk masalah ini tentunya langsung dimediasi agar bisa diselesaikan secera kekeluargaan lantaran merupakan kecelakaan tunggal tanpa adanya korban jiwa. Namun, pengemudinya tetap akan dikenakan sanksi berupa tilang sesuai undang-undang nomor 22 tahun 2009 juga diberikan imbauan agar lebih berhati-hati untuk ke depannya. Selain itu, Kepsek terkait juga akan dilaporkan ke Dinas Pendidikan agar mendapatkan peringatan khusus.

Dijelaskan, sepanjang tahun 2020 insiden mobil masuk parit tergolong cukup sering, sehingga langkah Kepolisian adalah terus intens memberikan imbauan kepada pengendara roda dua ataupun roda empat dan enam agar lebih berhati-hati mengendarai kendaraannya. Selebihnya agar tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan sementara dalam pengaruh minuman beralkohol. Dalam Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan menerangkan bahwa mengemudi kendaraan dalam keadaan tidak wajar, masuk dalam kategori pelanggaran lalu lintas.

"Imbauan yang intens terus kami lakukan, karena kalau pengendara dalam pengaruh minuman beralkohol maka kecepatannya sulit dikendali dan menyebabkan kecelakaan termasuk terjun ke parit," katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Astagaa... seorang pendidik, kepsek lagi.. bagaimana ahlak murid muridnya.

    BalasHapus