Korban Kebakaran di Timika Rugi Hingga Ratusan Juta

Bagikan Bagikan
Bangunan yang terbakar dan tenda bantuan (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) - Beberapa pemilik rumah yang menjadi korban pada insiden kebakaran tanggal 13 Desember lalu di Jalan Seroja Timika mengaku rugi hingga ratusan juta rupiah.

Salah satu pemilik rumah yang terbakar, Jamaludin Cole mengaku, kerugian yang dialami mencapai Rp 300 juta mengingat ada tiga BPKB Mobil dan tiga surat izin trayek, dua STNK Motor, dua ijazah anak sekolah serta perabot rumah seperti Kulkas, TV dan yang Lainnya.

"Alhamdulilah untuk BPKB dan surat izin trayek itu sudah mulai diurus dan dibantu pihak Samsat. Pokoknya kalau ditaksir semuanya capai Rp 300 juta," kata Jamaludin, Rabu (16/12/2020).

Sejak insiden tersebut hingga saat ini telah banyak bantuan dari berbagai komunitas dan kerukunan. Bantuan yang dibawakan adalah sembako, perlengkapan tidur, dan yang lainnya.

"Komunitas yang bantu itu seperti kerukunan Balawa, Kompak dan komunitas lainnya termasuk SAR Hidayatullah. Kalau saya belum melihat adanya perwakilan pemerintah yang datang mendata ataupun membawakan bantuan," katanya.

Korban lainnya, Makmur mengatakan, mengalami kerugian sekitar Rp 400 juta mengingat selain petakan yang ditempatinya, juga ada dua petakan yang dikontrakkan ikut terbakar. Petakan yang dikontrak biasanya dibayar Rp 800 ribu perbulan. Fasilitas yang ada adalah Kulkas, TV, uang tunai Rp 3 juta termasuk KTP, STNK dan akte kelahiran.

"Saat ini nilai material untuk bangun lagi tentunya sangat mahal. Belum lagi fasilitas-fasilitasnya. Pokoknya sangat rugi dan ditaksir Rp 400 juta," kata Makmur.

Sedangkan Ibu Arvanita mengungkapkan, ada dua petakan miliknya yang terbakar dengan kerugiaan yang dialami kurang lebih Rp 200 juta. Untuk fasilitas belum bisa dipastikan, karena baru beberapa fasilitas saja yang ditemukan dan yang lainnya belum lantaran tertimbun reruntuhan.

"Saya punya rumah bentuk petakan. Yang satu saya tempati dan yang satu lagi disewakan ke orang dengan bayaran Rp 1 juta perbulan. Sekarang saya belum temukan KTP, ATM, STNK dan beberapa buku rekening," ujarnya.

Pasca insiden, salah satu kerukunan yang memberikan bantuan dan membangun tenda di kompleks kebakaran tersebut ialah Kerukunan Pangkep (Kompak). Kompak bernaung di bawah Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS).

Ketua Kompak, HJ Ilham mengatakan, posko dibangun agar bisa menampung bantuan dari berbagai komunitas, kerukunan dan warga lainnya yang punya kepedulian.

"Kami dari Kompak sudah buatkan tenda seadanya sebagai posko. Bantuan sudah ada yang datang dan kita tetap menunggu adanya bantuan dari pihak lain, karena ini bencana kemanusiaan," katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar