Oknum Polisi di Mimika Terancam Turun Pangkat Usai Dua Remaja Tewas dalam Laka Tunggal

Bagikan Bagikan
Dua korban yang tewas dalam Laka tunggal (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) – Ujung persoalan tewasnya dua remaja yakni Kristofel Napurkame dan Yohanis Akipia akibat Lakalantas tunggal di jalan poros SP2 ke SP5 Mimika tanggal 23 Desember lalu, seorang oknum polisi terancam turun pangkat.

Oknum polisi dimaksud merupakan yang menggonceng dua korban hingga akhirnya mengalami kecelakaan dan merenggut nyawa dua remaja asal Kampung Amar, Distrik Amar tersebut.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti G Era Adhinata mengaku bahwa sidang dan sanksi kode etik tentunya akan dijatuhkan kepada pelaku usai pemeriksaan oleh Propam provos. Menurut dia, dari hasil pemeriksaan sementara oleh Propam mengetahui bahwa pada saat kejadian, pelaku memang sedang dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol serta sedang menjalankan dinas, tetapi kemudian minta izin dan ternyata pada pagi harinya mengalami kecelakaan lalulintas.

“Sanksi kode etik tentunya akan dijatuhkan kepada pelaku dan tentunya setelah pelaku usai dirawat di RS, karena pelaku juga mengalami luka dalam kecelakaan itu,” ungkap Kapolres AKBP Era di ruang kerjanya, Rabu (30/12/2020).

Dijelaskan, kejadian ini pun telah dilaporkan ke Kapolda Papua dan proses hukumnya tetap dilakukan agar bisa menjadi efek jera bagi anggota-anggota polisi lainnya.

Persoalan pelaku dilaporkan dipengaruhi minuman alkohol saat kejadian, tentunya merupakan perilaku oknum dan bukan instansi, karena tidak semua anggota polisi mempunyai perilaku serupa. Atas perilaku seperti itu, tentunya hukuman yang akan dikenakan kepada oknum polisi akan lebih besar jika dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. Sebab, oknum polisi seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat supaya setiap imbauan yang polisi sampaikan kepada masyarakat tidak menjadi kontraproduktif.

Sedangkan, terkait dengan permintaan keluarga korban dan keluarga pelaku akan terus difasilitasi Polres dengan harapan tidak ada terjadinya keributan antar kedua belah pihak yang kemudian menimbulkan masalah baru atau pelanggaran hukum lainnya.

Keluarga dua korban dalam insiden ini menduga bahwa kedua remaja tersebut bukan meninggal lantaran kecelakaan tunggal, tetapi ada indikasi lain lantaran tidak ada tanda-tanda luka ataupun lebam dalam tubuh kedua korban. Namun menurut AKBP Era, hal itu akan terjawab berdasarkan hasil visum, tetapi hasil temuan pertama dalam olah TKP menunjukan indikasi Laka tunggal.

“Untuk tangani kasus ini bukan hanya Satlantas saja, tapi juga melibatkan penyidikan Reserse dan Propam. Dugaan dari keluarga korban itu sah saja, tapi harus disesuaikan dengan fakta hukum. Saya sendiripun pernah temukan korban Lakalantas di jalanan, tapi kita tidak bisa menuduh siapa pelakunya kalau tidak ada saksi di tempat itu,” tuturnya.

Lebih lanjut AKBP Era meminta maaf lantaran adanya oknum polisi yang terkait dalam insiden yang menewaskan mahasiswa dan siswa SMA tersebut.

“Saya selaku Kapolres Mimika minta maaf dengan terlibatnya satu anggota polisi dalam peristiwa ini. Ini tentunya mencoreng nama kepolisian, tetapi proses hukumnya akan terus berjalan,” katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik org sarana slot Game online dan sportsbook yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik org paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus