Oktober Hingga November 2020 Ada 2 Korban Lakalantas di Mimika yang Meninggal Dunia

Bagikan Bagikan
Iptu Devrizal (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) - Polantas Mimika mencatat di bulan Oktober hingga November terdapat dua korban kecelakaan lalu lintas yang dinyatakan meninggal dunia.

Kasatlantas Mimika, Iptu Devrizal mengatakan bahwa dua korban yang meninggal dunia tersebut adalah korban kecelakaan di wilayah Poumako dan di wilayah Kaugapu Distrik Mimika Timur.

"Dua korban Lakalantas ini dikarenakan mengendarai kendaraan dalam keadaan tidak wajar yaitu dipengaruhi minuman beralkohol," kata Iptu Devrizal di halaman kantor pelayanan Polres Mimika, Kamis (3/12/2020).

Selain dua korban yang meninggal dunia, juga ada banyak korban yang mengalami luka berat hingga patah tulang. Dominan merupakan pengendara roda dua dengan profesi sebagai jasa ojek, tetapi masih berstatus di bawah umur.

“Itu ada yang di SP7 dan beberapa wilayah lainnya. Semua itu sebetulnya atas kelalaian korban sendiri yang tidak mengatur kecepatan serta melanggar rambu-rambu lalulintas," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, Polres Mimika melalui Satlantas tetap mengakomodir semua korban kecelakaan untuk mendapat santunan dari Jasa Raharja RI. Hal ini sesuai dengan amant undang-undang nomor 34 tahun tentang dana santunan lalulintas. Dengan demikian, setiap adanya korban Lakalantas maka pihak kepolisian langsung mendata agar dikoordinasikan ke Jasa Raharja untuk kemudian dana santunannya dicairkan.

"Selama ini sudah kita berikan kepada setiap korban kecelakaan, baik yang luka ringan, berat maupun yang meninggal dunia. Jadi patutnya masyarakat berterimakasih kepada Polres Mimika khususnya Satlantas yang selalu memberikan edukasi, sehingga tidak terjadi konflik atas kasus Lakalantas," ungkapnya.

Besaran santunan yang diberikan Jasa Raharja kepada setiap korban Lakalantas bervariasi disesuaikan dengan kategorinya. Untuk yang luka ringan akan mendapatkan biaya pengobatan senilai Rp 20 juta. Sedangkan untuk korban yang meninggal dunia mendapatkan santunan senilai Rp 50 juta. Namun, pihak kepolisian juga tetap membantu keinginan dari pihak keluarga korban untuk diselesaikan secara kekeluargaan agar masalahnya tidak berlanjut dengan membuat pernyataan perdamaian termasuk sumbangan duka.

"Intinya setiap ada kecelakaan yang menimbulkan korban maka akan tetap ada santunan dari Jasa Raharja sesuai klaim dari kepolisian. Itu diatur dalam undang-undang," jelasnya.

Sejauh ini, Polantas selalu mensosialisasikan adanya santunan ini kepada masyarakat agar masyarakat tahu bahwa Polri merupakan penggerak revolusi mental melalui pelayanan publik.

Salah satu contoh pemberian santunan yang telah dilakukan di Mimika adalah terhadap korban kecelakaan laut di Poumako. Dimana, kepolisian memberikan bantuan berupa motor Viber kepada keluarga korban, karena korban kecelakaan laut ini merupakan nelayan dan tulang punggung keluarga.

"Saat kami memberikan santunan, keluarganya berterimakasih dan merekapun tahu bahwa ternyata pemerintah melalui kepolisian juga memberikan  santunan," tutupnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar