Program Pembangunan Kantor yang Diusulkan OPD Tidak Terakomodir Dalam KUA PPAS Mimika 2021

Bagikan Bagikan
Ketua DPRD Mimika, Robby K. Omaleng (Dok:SAPA)

SAPA (TIMIKA) - Ketua DPRD Mimika, Robby Kamaniel Omaleng mengaku bahwa banyak program pembangunan khususnya fisik yang tidak diusulkan Pemkab Mimika dalam pembahasan KUA PPAS 2021.

Hal ini dipertimbangkan dengan anggaran kondisi pandemi covid-19 serta harus difokuskan pada kegiatan melekat termasuk untuk kepentingan pelaksanaan PON XX dan Pesparawi. KUA PPAS yang sementara dibahas bersama Pemkab seharusnya mengakomodir semua kepentingan. Setiap OPD pun telah mengusulkan program termasuk pembangunan kantor, akan tetapi lantaran adanya pandemi Covid-19, sehingga harus diundur ke tahun 2022 ataupun selanjutnya setelah situasi normal.

"Dalam KUA PPAS ini tidak ada lagi pembangunan gedung kantor dan yang lainnya, karena terkendala dengan pandemi covid-19. Nantinya bisa diusulkan di tahun 2022," ungkapnya kepada Salam Papua via telepon, Jumat (4/12/2020).

Dijelaskan, terkait proses pembahasan KUA PPAS ini, memang sejak pertama ada sedikit deadlock lantaran tidak diakomodirnya aspirasi dari masyarakat yang telah diajukan oleh dewan. Namun, hal itu sebetulnya merupakan sesuatu yang wajar dan bagian dari dinamika.

"Hal itu sudah dikomunikasikan dengan baik dan saat ini proses pembahasannya pun tetap berjalan,"  jelasnya.

Nilai keuangan yang diusulkan dan dibahas dalam pembahasan KUA PPAS ini juga tidak ada yang mencolok, sehingga sampai saat ini tinggal beberapa OPD saja yang belum dibahas.

Adapun sebagian anggota dewan permasalahkan terkait Pokir yang tidak terakomodir. Namun, seharusnya Pokir itu bukan menjadi suatu kewajiban dan tidak sengaja ditiadakan, akan tetapi karena berkaitan dengan situasi covid-19, ditambah lagi dengan pendapatan daerah tidak mencapai yang ditargetkan maka harus ada sebagian program yang tidak diakomodir.

"Bukan berarti Pokir itu ditolak, tetapi kita harus memahami situasi yang ada saat ini. Nantinya kan bisa diusulkan lagi di tahun 2022. Ini karena adanya covid dan pertimbangan pendapatan kita di tahun pandemi ini," ujarnya.

Pembahasan KUA PPAS ini diharapkan berakhir beberapa hari ke depan agar selanjutnya ketika balik ke Timika akan menentukan waktu pelaksanaan paripurnanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar