Warga Tiga Kampung yang Dievakuasi di Timika Akhirnya Dipulangkan Sebelum Natal

Bagikan Bagikan
Penandatanganan berita acara dan foto bersama usai pertemuan (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Berdasarkan kesepakatan bersama antara Pemkab Mimika, DPRD, PT Freeport Indonesia (PTFI), Forkopimda serta tokoh masyarakat, akhirnya seluruh warga kampung Banti 1, Banti 2 dan Opitawak akan dipulangkan sebelum perayaan Natal 25 Desember 2020.

Namun  sebelum masyarakat dipulangkan, tim gabungan Pemkab, DPRD, PTFI TNI, Polri dan perwakilan masyarakat akan meninjau ke tiga kampung tersebut guna memastikan tingkat kelayakan tempat hunian, kesehatan dan logistik sebagai faktor jaminan dalam proses pengembalian masyarakat tiga kampung yang dievakuasi pasca adanya kontak senjata antara KKB, TNI dan Polri pada bulan Maret lalu.

Sebelumnya dalam rapat evaluasi, Tokoh Masyarakat tiga kampung, Yanes Natkime mengaku bahwa pulang kembali ke kampung adalah kerinduan terbesar dari seluruh warga tiga kampung khususnya bagi mereka yang sudah tua atau lansia dan Ibu-ibu. Sebab, merasa kesulitan untuk beradaptasi menjalani hidup di kota Timika dan telah ada beberapa yang meninggal dunia.

Ia mengatakan, keinginan masyarakat untuk pulang telah terjadi sejak lama, sehingga sangat bersyukur ketika Pemkab, DPRD, PTFI, TNI dan Polri memfasilitasnya.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih setelah menerima undangan dari DPRD untuk melaksanakan pertemuan ini. Yang diinginkan masyarakat hanya satu yaitu pulang ke kampungnya masing-masing,” ungkap Yanes di ruang serbaguna DPRD, Senin (14/12/2020).

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti G Era Adhinata mengatakan untuk saat ini KKB tidak ada lagi di wilayah tiga kampung dan kondisi keamanan sudah kondusif. Namun, ke depannya untuk menjamin situasi keamanan perlu adanya keterlibatan masyarakat, karena aparat keamanan tidak akan mungkin berjalan sendiri.

Diharapkan pemulangan masyarakat ke masing-masing kampung jangan lagi mengundang orang dari luar termasuk KKB yang bisa mengganggu keamanan di wilayah PT Freeport Indonesia (PTFI).

"Saat warga dievakuasi adalah kesepakatan bersama tanpa ada paksaan. Jujur secara pribadi saya sangat sedih melihat warga tiga kampung ini selama ada di Timika. Biasa kalau saya lewat dari mile 32, saya melihat mereka  hanya bisa berkumpul di jalan-jalan dan tidak punya tempat tinggal yang aman," kata Kapolres.

Di samping itu, Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf. Yoga Cahya Prasetyo juga menjelaskan, semua telah mengetahui bagaimana bisa warga tiga kampung ini dievakuasi ke Timika hingga saat ini akan dipulangkan.

Menurut Letkol Yoga, ini merupakan saatnya untuk pulangkan warga tiga kampung mengingat sudah menjadi tradisi ketika momen perayaan Natal ataupun IdulFitri, masyarakat pasti selalu ingin merayakannya di kampung halaman.

"Kita sebagai masyarakat, di manapun kita tinggal, pasti selalu ingin pulang ke kampung saat momen perayaan Natal ataupun Idul Fitri untuk bisa beribadah di kampung. Memang inilah momen unik warga tiga kampung dipulangkan agar bisa merayakan Natal di kampung," jelasnya.

Dia menambahkan, DPRD merupakan penerima dan penyalur aspirasi masyarakat, Pemkab yang akan menjawabnya untuk memfasilitasi pemulangan dibantu PTFI, dan TNI-Polri siap menjamin keamanannya.

"Perlu didata adalah berapa banyak warga yang ingin pulang dan berapa banyak yang tetap tinggal. Hal ini untuk mempermudah Pemkab dan PTFI mengetahui berapa banyak biaya ataupun akomodasi yang disiapkan di atas," ujarnya.

Sedangkan VP Community Relation PTFI, Arnold Kayame mengaku bahwa PTFI siap membantu Pemkab memulangkan masyarakat. Namun, PTFI tidak bisa memastikan berapa besar anggaran ataupun jumlah fasilitas umum ataupun rumah masyarakat yang harus ditanggulangi.

“Saya tidak bisa sampaikan terperinci berapa banyak anggaran ataupun jumlah fasilitas fisik yang nantinya harus dibangun. Yang saat ini kita inginkan adalah masyarakat bisa hidup aman ketika sudah kembali,” ungkapnya saat diwawancarai usai pertemuan.

Mengakhiri pertemuan Ketua DPRD, Robby Kamaniel Omaleng mengatakan bahwa tim evaluasi akan naik ke Banti tanggal 17 Desember guna memastikan situasi dan kondisi yang ada.

“Tim akan naik tanggal 17 (Desember) untuk melihat lagi kondisi di atas. Pada intinya masyarakat akan pulang, tetapi harus dipastikan dahulu situasinya di atas, baik keamanannya maupun kelayakan tempat tinggal dan yang lainnya,” kata Robby.

Pantauan Salam Papua, pertemuan ini dihadiri Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM dan diakhiri dengan penandatanganan berita acara kesepakatan bersama pemulangan warga tiga kampung. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik org sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik org paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus