14 Pejabat Publik Penerima Pertama Pencanangan Vaksinasi Covid-19 di Mimika

Bagikan Bagikan
Para pejabat publik yang divaksinasi pada pencanangan vaksinasi covid-19 di Mimika (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Sebanyak 14 pejabat publik menjadi penerima pertama Pencanangan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Mimika yang diselenggarakan di Puspem SP3 Distrik Kuala Kencana, Jumat (22/1/2021).

Atas keputusan Menkes RI dan berdasarkan wilayah Papua sebagai zona merah penyebaran Covid-19 maka vaksinasi yang disuntikan adalah jenis vaksin sinovac. Pejabat publik yang pertama divaksinasi adalah Letkol PNB Surono (Danlanud Yohanis Kapiyau), Maksimilianus Dora (Pastor Paroki Sempan), dr. Darma Irawan Rasyd (Direktur RS PTFI), dr. Anton Pasulu (Direktur RSUD Mimika), dr. Agus. M.Kes (Direktur RSMM), Lukas Doso Nugroho (Kepala Loka POM), dr. Jeanne Rini (YPKMP), dr. Leonard Pardede (Ketua IDI Mimika), Semuel E.G.J Kemite (Ketua PPNI Mimika), AKP Dionisius Vox Paron Helan,SIK (Kabag Ops Polres Mimika), Reynold Rizal Ubra (Kepala Dinkes Mimika), Kompol Sarraju (Kapolsek Miru), Kapten Inf. Abdul Munir (Danramil 1710/03 Kuala Kencana), dan Jonny Kaslan Lingga (VP Govrel PTFI).

Sebelumnya berdasarkan hasil screening kesehatan tercatat ada 17 pejabat publik dan publik figur yang harus divaksin pertama termasuk Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM. Namun lantaran tidak lolos pada pemeriksaan kesehatan lanjutan sebelum divaksin, maka tiga pejabat dinyatakan tidak bisa lakukan vaksin.

Pencanangan vaksinasi ini juga dihadiri oleh Kepala Dinkes Papua, Dr. Roby Kayame. Dalam sambutannya Kayame mengingatkan agar masyarakat Mimika tidak perlu takut dengan banyaknya berita hoax terkait bahaya efek samping suntik vaksin covid-19. Sebab vaksin yang disediakan sudah melalui izin Loka POM RI dan memiliki fatwa halal dari MUI Indonesia.

Sedangkan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM mengatakan program vaksinasi yang dijalankan pemerintah ini merupakan satu langkah, yang mana selama ini diupayakan terus menerus dalam menangani covid-19.

Wabup John menyampaikan agar jangan takut kepada vaksin covid-19, karena vaksin dilaksanakan untuk menyelamatkan masyarakat. Pemerintah tidak akan membunuh dan menyesatkan masyarakatnya. Namun, Pemerintah pasti selalu berusaha untuk mensejahterakan dan menyehatkan masyarakatnya.

“Saya berterimakasih kepada seluruh pejabat publik yang hari ini mau divaksin (covid-19),” ujarnya.

Dia menambahkan, hingga tanggal 21 Januari 2021 kasus covid-19 di Mimika ada penambahan kurang lebih sebanyak 18 kasus baru. 18 kasus baru ini adalah hasil pemeriksaan 115 spesimen. Sedangkan jika dihitung sejak bulan Maret tahun 2020, total kasus di Mimika mencapai 4025 kasus dan yang meninggal dunia sebanyak 38 orang.

“Itu terjadi lantaran ketika kita serius menjalani protokol (kesehatan) maka jumlahnya berkurang, tetapi kita lengah dan lalai maka kasusnya bertambah,” tuturnya.

Usai pelaksanaan vaksinasi, Kadinkes Provinsi Papua, Dr. Roby Kayame mengaku bangga lantaran Kepala Dinkes Mimika, bersama pejabat publik lainnya ikut divaksin. Hal ini tentunya memberikan motivasi kepada stafnya masing-masing dan seluruh masyarakat untuk melakukan penyuntikan vaksin, dengan harapan tidak akan ada lagi penyebaran covid di lingkungan kerja masing-masing termasuk kepada seluruh masyarakat.

Memang sejak lama banyak pro dan kontra dari berbagai pihak lantaran takut akan efeknya. Namun setelah mulai dilaksanakan maka banyak yang ingin ikut disuntik.

“Soal pro-kontra itu biasa, itu karena belum dicoba saja. Sekarang malah banyak yang mau ikut disuntik, tapi harus bersabar karena dimulai baru tenaga kesehatan dan pelayan publik. Setelah itu baru masyarakat umum,” jelasnya.

Kadinkes Mimika, Reynold Rizal Ubra mengaku bahwa pelaksanaan vaksin hari pertama di Mimika  berjalan sesuai rencana. Semestinya di hari yang sama bisa juga dilaksanakan di beberapa fasilitas kesehatan seperti di puskesmas dan RS, tetapi terhambat dengan hari Jumat sebagai hari pendek. Namun, di tanggal 25 Januari mendatang secara serempak akan dimulai dengan mengatur waktu agar dalam sehari bisa dilakukan tiga sesi untuk semua petugas kesehatan.

“Hari ini permintaan vaksin sudah berjalan dan tim Dinkes juga sudah mulai melakukan pemantauan vaksin. Vaksin ini mahal dan terbatas. Intinya kita menjadikan hal penting terhadap arahan dari Kemenkes RI dan Dinkes Provinsi,” ujarnya.

Reynold menambahkan, pelaksanaan vakinansi juga dipantau oleh APIP Inspektorat. Untuk itu, telah dilakukan pertemuan secara virtual dengan seluruh faskes, dimana yang terpenting adalah soal administrasi dan mengikuti deadline.

“Jika memang harus ada SOP maka harus dibuatkan SOP, demikian juga dengan SK harus diwajibkan,” ujarnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

2 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Bola165A titik com sarana slot Game online dan sportsbook yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Bola165A titik com paling best ya guys...Click Disini

    BalasHapus
  2. Hallo Gamer Indonesia Bola165 Memberikan Bonus WD( WITHDRAW ) Hingga 10%, EDISI TERBATAS
    Buruan Daftar sekarang juga di Bola165, Cek promo bisa disini >>> biolinky.co/promobola165

    BalasHapus