2.320 Vaksin Covid-19 Hari Ini Tiba di Timika

Bagikan Bagikan
Reynold Rizal Ubra (Foto:SAPA/Red)

SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) sekaligus Jubir Satgas Covid-19 Mimika, Reynold Rizal Ubra mengaku bahwa sore ini sekitar pukul 15.30 WIT, Rabu (13/1/2021), vaksin covid-19 tiba di Timika sejumlah 2.320.

Dijelaskan, vaksin ini dikirim dengan prioritas bagi tenaga kesehatan yang akan dimulai tanggal 20 Januari 2021 di Timika. Sesuai Juknis dari Kemenkes RI, pelaksanaan vaksinasi dilakukan dua gelombang yaitu Januari hingga April 2021 dan gelombang kedua bulan Mei 2021 hingga Maret tahun 2022.

“Informasi yang kami terima dari Dinkes Papua bahwa Mimika adalah Kabupaten pertama yang akan menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 bersamaan dengan Kabupaten/Kota yang di wilayah Provinsi,” kata Reynold, Rabu (13/1/2021).

Dia mengungkapkan, untuk gelombang pertama difokuskan kepada tiga kelompok sasaran yaitu yang pertama tenaga kesehatan, kemudian pekerja atau pegawai publik, dan selanjutnya pada penduduk lansia berusia di atas 59 tahun.

Untuk tenaga kesehatan hampir mencapai 1.700 orang dan telah ditetapkan sebanyak 10 fasilitas kesehatan (Faskes) yaitu di 10 puskesmas termasuk di Aroanop. Selain, 10 faskes tersebut, juga ada beberapa pos pelayanan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Kemenkes RI yaitu harus memiliki tenaga vaksinator terlatih, memiliki rantai dingin (cold chain) serta mengantongi surat izin operasional yang teregister di Kemenkes RI.

“Di Timika faskes yang memiliki syarat tersebut sebanyak 25 Faskes yaitu 21 Puskesmas, empat RS dan ada kurang lebih 31 pos pelayanan berupa klinik swasta dan dokter praktek. Itu termasuk dari klinik imigrasi,” ungkapnya.

Menurut dia, memanfaatkan atau mengoptimalkan faskes, baik milik pemerintah ataupun milik swasta lantaran tarikan data yang digunakan adalah peserta BPJS. Terhitung mulai Januari hingga tanggal 31 Desember tahun 2020, jumlah peserta BPJS  di Timika menjapai 3.505 lebih.

“Ini data yang bisa kita pakai, karena sudah tervalidasi baik kepemilikannya maupun penjaminnya yaitu Pemerintah,” tuturnya.

Dengan demikian, semua peserta BPJS yang terdaftar di primary care BPJS hanya menyesuaikan di Faskes mana dia dilayani atau terdaftar. Tentu saja jejaring pelayanannya adalah dengan Puskesmas maupun RS yang menjadi pelayanan utama.

“Kami di Dinkes membentuk tujuh tim. Kami juga sudah siapkan SOP. Ada tim perencana, tim pelaksana, tim komunikasi-informasi, tim penyusunan pelaporan, tim monitoring dan evaluasi serta tim logistik. Tim-tim ini yang menjalin dengan Faskes-Faskes maupun sasaran yang akan divaksinasi,” katanya.

Dia menambahkan, penerima pertama vaksi diharapkan adanya kesediaan dari pimpinan daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, agama, unsur Dinkes ataupun RSUD. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Hobi bermain slot online, Takut kalahh?? Tenang qqharian mempunyai promo Welcome cashback 100%,
    kekalahan petama di ganti 100% disini anda dapat meraih kemenangan pada kesempatan kedua sesuai modal pertama anda,
    cek promosi bisa disini: https://biolinky.co/linkpromo

    BalasHapus