Bundaran SP2 Timika Tidak Terawat, Sampah dan Bangkai Binatang Berserakan

Bagikan Bagikan
Bundaran SP2 Timika (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Lantaran tidak dirawat, kondisi bundaran SP2 Timika sangat memprihatinkan karena sampah yang berserakan, bangkai binatang yang membusuk, penerangan yang telah rusak serta pada badan tugu bundaran dipenuhi coretan dan bekas ludah pinang.

Mengetahui kondisi ini, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Mimika, Aldi Padua mengaku bahwa biasanya 180 hari selesai dibangun, pemeliharaan masih ditanggung pihak pekerja atau kontraktor. Dalam hal ini, untuk kerusakan peralatan atau fasilitasnya juga masih ditanggung pihak penyedia atau kontraktor. Namun jika telah lewat dari jangka waktu pemeliharaan pihak kontraktor, maka itu sudah menjadi tanggungjawab pihak Pemerintah. Untuk dinas yang menangani pemeliharaan di Pemerintah, juga belum bisa dipastikan adalah tanggungjawab dinas PUPR, karena semestinya ada penunjukan dari Pimpinan Daerah kepada satu dinas tertentu untuk menangani pemeliharaan fasilitas negara seperti bundaran tersebut, mengingat untuk kewenangan PUPR hanya pemeliharaan jembatan dan jalan.

“Sebetulnya bundaran itu mulai dan selesai dikerjakan pada masa pejabat lama, karena saya juga baru menjabat sebagai Kabid di PUPR, jadi saya juga tidak tahu bagaimana soal pemeliharaan untuk bundaran itu dan saya belum lihat kontraknya untuk mengetahui pemeliharaannya ditanggung siapa. Sampai saat ini belum ada instruksi terkait dinas mana yang menangani pemeliharaan itu. Yang jelas PUPR hanya untuk pemeliharaan jalan dan jembatan saja,” ungkap Aldi di ruang kerjanya, Rabu (27/2/2021).

Meski demikian, menurut dia, bisa saja PUPR melakukan pemeliharaan bundaran SP2 itu, namun hingga saat ini belum ada instruksinya.

“Kita juga sangat sesalkan melihat kondisi bundaran itu, karena lampunya sudah mati dan tubuh tugunya tidak terawat. Nanti saya akan bicarakan dengan Kepala Dinas supaya bisa bahas siapa yang bisa melakukan pemeliharaan bundaran tersebut termasuk nantinya untuk bundaran di Petrosea agar bisa satu paket saja,” katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar