ESDM Papua: FMG Australia Mulai Pengambilan Data Terkait Pembangunan Hydropower

Bagikan Bagikan

Kepala Dinas ESDM Provinsi Papua Frets James Boray. (Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA)
- Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua mengklaim perusahaan Fortescue Metals Group (FMG) asal Australia kini mulai melakukan pengambilan data terkait investasi pembangunan hydropower di Kabupaten Mamberamo Raya.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua Frets James Boray kepada Antara di Jayapura, Rabu, mengatakan pengambilan data ini direncanakan pekan mendatang atau minggu ketiga Januari 2021. 

"Setelah melakukan pengambilan data, perusahaan ini akan membuat desain atau perencanaan berapa luas lahan yang akan digunakan untuk membangun hydropower ini," katanya. 

Menurut Frets, setelah itu juga akan mendesain bagaimana proses perizinan untuk amdal-nya sehingga bisa diterbitkan izin-izin lainnya oleh pemerintah baik di pusat maupun daerah. 

"Namun, karena kewenangan ESDM sementara ini sudah diserahkan kepada pemerintah pusat maka perizinan akan dikeluarkan dari pusat," ujarnya. 

Dia menjelaskan meskipun FMG mengajukan perizinan di daerah, namun tetap akan kembali ke mekanisme yakni dikeluarkan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). 

Sebelumnya, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI bekerja sama dengan Pemprov Papua kini tengah mendorong invetasi hydropower di Kabupaten Mamberamo Raya. 

Di mana jika terwujud, investasi oleh FMG asal Australia tersebut memiliki nilai yang bisa mencapai Rp50 triliun. 

Pasalnya, pengembangan hydropower di Kabupaten Mamberamo Raya akan mencapai 20 gigawatt atau 20 ribu megawatt. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar