Keluarga Bantah, Andi Rafli Kecelakaan dan Meninggal Dunia Bukan Karena Miras

Bagikan Bagikan
Polisi saat melakukan olah TKP (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) – Keluarga melalui Iriani selaku ibu kandung dari Alm. Andi Muhammad Rafli membantah bahwa alm. Andi Muhammad Rafli alami kecelakaan bukan karena pengaruh minuman keras (Miras).

“Kami sebagai keluarga sangat keberatan dengan berita yang keluar di Salam Papua. Sebenarnya anak saya Andi Muhammad Rafli itu tidak dalam keadaan mabuk. Saya sementara berduka saat berita itu muncul di Salam Papua. Makanya hari ini baru saya klarifikasi langsung ke kantor Salam Papua,” ungkapnya saat mendatangi redaksi Salam Papua, Rabu (13/1/2021).

Selain mendatangi redaksi, hal yang sama juga disampaikan Iriani saat dihubungi via telepon oleh Wartawan Salam Papua di hari yang sama.

Iriani mengaku bahwa pada saat hari kejadian Kasatlantas tidak datang meminta keterangan kepada keluarga, sehingga sangat keberatan ketika statement muncul di media.

“Memang ada yang datang ke rumah, tapi itu bukan Kasatlantas. Yang datang Pak Kanit. Saya juga sudah menelepon pak Kanit itu, tetapi beliau mengaku belum pernah memberikan keterangan kepada Salam Papua,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan pada tanggal 4 Januari 2021, Kasatlantas Mimika, Iptu Devrizal mengungkapkan bahwa pada tanggal 1 Januari 2021 sekitar jam 06.00 WIT dilaporkan telah terjadi Laka tunggal di jalan Kartini ujung dekat depot air Salsabila. Akibat Laka tunggal ini, korban atas nama Andi Muhammad Rafli mengalami luka di bagian pelipis kanan dan mengeluarkan darah dari mulut dan telinga serta meninggal dunia sekitar jam 07.00 WIT di RSUD Mimika.

“Memang untuk malam pergantian tahun hingga siang hari tanggal 1 Januari itu ada lebih dari satu Lakalantas di Timika, tapi yang melapor ke Satlantas  hanya Laka tunggal  di jalan Kartini ujung itu dan korbannya meninggal dunia,” ungkap Kasatlantas di kantor layanan Polres Mimika, Jalan Cendrawasih, Senin (4/1/2021).

Kasatlantas menjelaskan, berdasarkan penyelidikan, korban meninggal dunia dalam Laka tunggal ini baru berusia 21 tahun dan mengalami kecelakaan akibat mengendari motor dalam pengaruh minuman keras (Miras) alias human error.

“Korban ini mengendarai motor di bawah pengaruh Miras, berarti melanggar undang-undang lalulintas pasal 108 nomor 22 tahun 2009,” ujarnya.(Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

2 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Bola165A titik com sarana slot Game online dan sportsbook yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Bola165A titik com paling best ya guys...Click Disini

    BalasHapus
  2. Contact mail : jaquelinepalmot@gmail.com

    Réalisé mon rêve
    Merci a Jaqueline Palmot ,vous m'avez permis d'ouvrir mon restaurant et réaliser mon rêve . Dieu vous Bénisse
    Gillian Merron/ Décembre2020/ Tahiti

    BalasHapus