Menakar Soliditas Kabinet Joko Widodo Menyongsong Tahun Bersejarah 2021

Bagikan Bagikan

Presiden Joko Widodo melantik enam menteri, lima wakil menteri, disusul dengan pelantikan Kepala Badan Narkotilka Nasional dan Kepala Badan Restorasi Gambut dan Manggrove di Istana Negara beberapa waktu lalu.(Foto-Antara)

SAPA (JAKARTA)
- Presiden RI Joko Widodo telah menegaskan tahun 2021 akan menjadi tahun bersejarah bagi bangsa Indonesia dan juga dunia. 

Tahun 2021 diperkirakan akan menjadi tahun pemulihan seluruh bangsa di dunia untuk keluar dari tekanan pandemik virus Corona (COVID-19). 

Sebagaimana sering disampaikan Presiden, upaya menyelesaikan persoalan pandemik COVID-19 harus dilakukan bersama-sama. 

Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin memegang peranan penting dalam menyelaraskan upaya penanganan pandemik. Menangani pandemik COVID-19 tidak ubahnya menghadapi sebuah peperangan. 

Komando tertinggi tentu saja di tangan Presiden. Sementara seluruh menteri pembantu Jokowi harus menjalankan tugas selaras dengan komando Presiden. 

Diperlukan soliditas, kekompakan di kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin untuk bergerak selaras dalam sebuah kapal besar bersama memulihkan keadaan baik dari sisi kesehatan sebagai prioritas utama dan sisi perekonomian. 

Pada penghujung tahun 2020, Presiden telah memutuskan melakukan perombakan kabinet untuk menutup tahun pertama Kabinet Indonesia Maju. 

Perombakan kabinet tersebut pada dasarnya dilandasi keperluan mengisi dua jabatan kosong menteri Kabinet Indonesia Maju yang terlibat kasus hukum korupsi. Namun selain mengisi dua jabatan kosong, Presiden juga sekaligus merombak beberapa menteri di kabinetnya. 

Melalui perombakan kabinet tersebut, Kabinet Indonesia Maju memiliki enam menteri baru yang akan memperkokoh soliditas kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. 

Enam menteri baru itu yakni, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan, Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan, Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

Perombakan kabinet ini bisa saja diartikan sebagai upaya Presiden mensolidkan Kabinet Indonesia Maju dalam mengatasi berbagai persoalan ke depan, khususnya pandemik COVID-19. 

Sehingga soliditas Kabinet Indonesia Maju ke depan sedikit banyak dapat tercermin dari komitmen enam menteri baru untuk membantu Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam rangka memperkuat soliditas gerak kabinet. 

Target Menteri baru

Dalam keterangan pers seusai pelantikan, keenam menteri baru tersebut telah menyampaikan hal-hal yang akan dilakukan ke depan guna membantu Presiden. 

Menteri Agama Yaqut Cholil Coumas atau Gus Yaqut menyampaikan penekanannya bahwa agama harus dijadikan inspirasi bukan aspirasi. 

Dia menyampaikan bahwa agama sebisa mungkin tidak lagi dijadikan alat politik baik untuk menentang pemerintah maupun merebut kekuasaan. 

Gus Yaqut menilai agama lebih baik dibiarkan menjadi inspirasi dan membawa nilai-nilai kebaikan dan nilai-nilai kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Apa yang disampaikan Gus Yaqut dapat dibaca sebagai keinginannya untuk ikut menjaga kondusifitas bangsa di tengah upaya menangani pandemik COVID-19. 

Gus Yaqut juga menjanjikan sebuah gebrakan baru di Kementerian Agama yang akan berbentuk dari sebelumnya. 

Sementara itu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan kesiapan-nya membantu Kabinet Indonesia Maju mengatasi pandemik COVID-19. 

Budi diberi tugas Presiden untuk menangani pandemik COVID-19 di Indonesia dengan sebaik-baiknya dan secepat-cepatnya. 

Setelah resmi menjabat sebagai Menkes, Budi Gunadi juga cukup aktif tampil di hadapan publik memberikan penjelasan kepada publik atas perkembangan terkini penanganan COVID-19 oleh pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan. 

Budi bahkan ditantang Presiden untuk menyelesaikan vaksinasi di Tanah Air dalam kurun waktu satu tahun. Secara umum Menkes Budi menyatakan membutuhkan dukungan dari semua pihak dalam penanganan COVID-19. 

Selanjutnya Menteri Sosial Tri Rismaharini juga membawa harapan baru di Kabinet Indonesia Maju. 

Sosok Risma yang terkenal tegas, merakyat dan apa adanya diyakini akan mampu menuntaskan pekerjaan distribusi bantuan sosial yang selama ini menjadi kewenangan Kementerian Sosial.

Saat memberikan keterangan pers seusai pelantikan mantan Wali Kota Surabaya itu menyatakan akan mengebut realisasi penyaluran bantuan sosial sejak pekan pertama Januari 2021.

Kementerian Sosial mendapatkan pagu Rp128,927 triliun untuk program Perlindungan Sosial Pemulihan Ekonomi Nasional akibat COVID-19 dari total anggaran Rp695 triliun pada 2020. Sedangkan pada APBN 2021, sektor perlindungan sosial mendapat anggaran senilai Rp408,8 triliun. 

Sedangkan untuk bantuan sembako, Risma menjanjikan adanya mekanisme yang lebih transparan dan terukur untuk memastikan tidak ada pemotongan dari oknum tidak bertanggung jawab. 

Risma juga ingin memulai program pemberdayaan melalui pembinaan-pembinaan, agar bantuan yang diberikan mempunyai implikasi atau mempunyai dampak langsung yang terukur ke kesejahteraan masyarakat. Risma mengaku akan melibatkan gubernur dan kepala daerah serta perguruan tinggi. 

Selanjutnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Ia mengatakan dalam waktu dekat dirinya ingin memastikan komoditas ekspor Indonesia dapat berkompetisi di pasar global sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi domestik yang telah mengalami masa kontraksi selama dua kuartal berturut-turut. 

Tugas itu, ujar Luthfi, akan berat karena situasi perekonomian dunia saat ini sedang berada dalam fase terlemah karena tekanan pandemik COVID-19. 

Oleh sebab itu dia ingin memastikan bahwa barang Indonesia mempunyai kesempatan untuk berkompetisi yang baik di era dunia dan memastikan barang Indonesia bisa diekspor dan kompetitif di pasar dunia. 

Dia juga ingin memastikan arus atau kelancaran pasokan barang dapat berjalan baik untuk meningkatkan daya beli masyarakat. 

Sementara itu Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono beberapa waktu setelah pelantikannya, langsung menyatakan akan "belanja" masalah atau mengidentifikasi persoalan-persoalan yang ada di sektor kelautan dan perikanan di masa jabatannya.

Dia menegaskan akan mengevaluasi semua hal dan melanjutkan apa yang telah berjalan dengan baik.

Terobosan yang akan Trenggono lakukan, salah satunya memastikan keberlangsungan ekosistem kelautan bisa berjalan dan tidak rusak serta bisa memberi manfaat kesejahteraan besar bagi bangsa.

Trenggono berjanji akan melakukan sejumlah hal tersebut dalam waktu paling lama dua bulan ke depan.

Terakhir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno berjanji akan menjalankan tiga gagasan utama untuk pariwisata Indonesia.

Tiga gagasan utama itu adalah pertama, inovasi, karena Indonesia harus bergerak secara cepat. Menurutnya, harus ada perubahan yang mendasar pada saat berbenah terhadap lima destinasi super prioritas.

Inovasi tersebut dilakukan dari segi infrastruktur dan segala yang berkaitan dari pariwisata dan ekonomi kreatif, kuliner, 'fashion' (fesyen), dan lainnya.

Kedua, adaptasi. Sandiaga menekankan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif harus beradaptasi dengan keadaan terkini yaitu COVID-19.

Ketiga yakni kolaborasi. Menurutnya, semua pihak harus terlibat untuk dapat mengatasi persoalan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Di sisi lain Sandiaga mengaku akan berjuang untuk mempertahankan dan mengembangkan pemberdayaan.

Berdasarkan komitmen enam menteri baru, kita dapat melihat seberapa solid Kabinet Indonesia Maju ke depan.

Keenam menteri baru tersebut tentunya akan bekerja bersama dengan para menteri lain yang juga memiliki komitmen kuat membantu Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Dengan kerja keras dan gotong royong menteri Kabinet Indonesia Maju, diharapkan pandemik COVID-19 dapat segera diatasi, terlebih dengan adanya vaksinasi COVID-19 yang rencananya akan segera dimulai pekan depan. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar