Pekerjaan Jalan Cendrawasih Timika Telan Anggaran Rp 270 Miliar

Bagikan Bagikan
Pekerjaan lanjutan jalan Cendrawasih yang dikerjakan dinas PUPR (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Pekerjaan lanjutan untuk pelebaran jalan Cendrawasih Timika mulai dari Bundaran SP2 hingga ke Checkpoint Kuala Kencana menelan anggaran sebesar Rp 270 miliar.

Kabid Bina Marga PUPR Mimika, Aldi Padua mengatakan, pekerjaan jalan Cendrawasih gunakan anggaran Rp 270 miliar ini masuk dalam kontrak multiyears dengan jangka waktu tiga tahun dan ditargetkan tuntas hingga tahun 2022.

Untuk tahun 2020 (tahun kedua) dananya sebanyak Rp 80 miliar, akan tetapi lantaran harus refocusing untuk penanganan covid-19, maka tersisa Rp 16 miliar. Meski ada refocusing sebanyak Rp 16 miliar, akan tetapi penyelesaian pekerjaannya tetap dengan nilai Rp 80 miliar, sehingga harus masuk ke hutang dan untuk pembayarannya masuk ke anggaran perubahan.

“Anggaran keseluruhan itu Rp 270 miliar. Tahun 2020 Rp 80 miliar, tapi ada refocusing untuk covid-19, sehingga sisanya Rp 26 miliar. Sedangkan anggaran untuk tahun 2021 belum bisa dipastikan lantaran belum dikoordiniasikan bersama PPTK. Namun, yang jelas pertahunnya ada dana yang tersedia untuk kontrak multiyears,” katanya Aldi, Rabu (27/1/2021).

Terhitung hingga hingga tanggal 23 Januari 2021, progres pekerjaannya telah mencapai 27,9 persen dari yang ditargetkan sebelumnya yaitu 34 persen dengan item pekerjaan pemasangan box culvert, pengaspalan, lapis pondasi atas dan bawah (LPA dan LPB), hotmix, median, trotoar termasuk pemasangan lampu.

“Yang sekarang dikerjakan adalah pemasangan box culvert sebagai bobot besarnya yang telah mencapai hingga  sebelum masuk di depan Waanal Coffee dan Resto SP3. Pemasangan lampu jalan itu juga mengikat dengan kontrak pekerjaan jalannya, jadi satu paket, tapi kita pecahkan pekerjaannya,” ujarnya.

Anggaran khusus  pemasangan lampu sebesar Rp 6 miliar. Lampu yang saat ini dipasang disesuaikan dengan kontrak sebelumnya, dalam hal ini kontrak tahun tunggal. Pemasangan lampu yang masuk dalam kontrak multiyears itu diperkirakan untuk 20 titik dalam wilayah kota Timika termasuk di sepanjang jalan Cendrawasih hingga ke checkpoint Kuala Kencana.

“Pemasangan lampu khusus sepanjang jalan Cendrawasih baru mencapai 9 persen yaitu dari bundaran SP2 ke arah SP5. Yang tiang warna putih itu milik PUPR,” ungkapnya.

Selain itu, dijelaskan juga bahwa jika di tahun 2020 anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan sebesar Rp 1 miliar lebih, akan tetapi di tahun ini kurang dari jumlah tersebut.

“Tahun kemarin itu sebanyak Rp 1 miliar lebih, tapi sekarang sudah kurang. Anggaran itu biasanya untuk tambal-tambal jalan yang berlubang ataupun jembatan. Kalau ada laporan dari masyarakat, maka kami langsung eksekusi,” jelasnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar