Soal Pejabat Publik Menolak Vaksin Covid-19, Kadinkes Mimika: Apa Solusi Terbaik?

Bagikan Bagikan

SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Rizal Ubra menegaskan bahwa sebagai pejabat publik memiliki tanggung jawab dalam mengedukasi dan memberikan perlindungan kepada masyarakat, termasuk menjadi contoh dalam menaati protokol kesehatan.

Reynold mengaku, berdasarkan laporan dari Satgas Nasional Covid-19 bahwa Kabupaten Mimika diberikan nilai merah dalam hal protokol kesehatan.

“Kita lihat melalui protokol kesehatan berdasarkan laporan dari Satgas Covid-19 Nasional bahwa Kabupaten Mimika diberikan nilai merah. Jadi, 60% rata-rata di Mimika tidak ada yang menggunakan masker dan menjauhi kerumunan,” kata Reynold kepada Salam Papua melalui sambungan telepon, Kamis malam (21/1/2021).

Dia mengungkapkan, sebagai pemerintah, yakni eksekutif dan legislatif, memiliki tanggung jawab dalam melindungi masyarakat.

“Kondisi hari ini kita mengalami krisis kemanusiaan. Ini membawa nilai humanis. Saya tidak mau bicara mengenai kepentingan apapun, tapi saya berbicara mengenai nilai kemanusiaan kita. Saya sebagai seorang praktisi kesehatan dan sebagai ahli wabah, kita dipanggil untuk bagaimana mengaktualisasikan nilai-nilai kemanusiaan kita,” ungkapnya.

Menurut dia, jika pejabat publik menolak vaksin covid-19, maka perlu memberikan solusi yang terbaik di tengah-tengah kondisi, khususnya di Kabupaten Mimika, yang sedang mengalami kondisi darurat.

“Kondisi hari ini adalah kondisi darurat. Protokol kesehatan kita di Mimika gagal. Kalau sekarang menolak vaksin (covid-19), apa solusi terbaik?” tegasnya.

Di samping memberikan edukasi kepada masyarakat, pejabat publik juga wajib melaksanakan protokol kesehatan dimana pun berada, supaya bisa melindungi penduduk yang rentan terkena covid-19.

Dijelaskan, melalui vaksin covid-19 ini, akan memberikan perlindungan kepada anak-anak, lansia, dan yang komorbid (memiliki penyakit penyerta). Karena khususnya bagi mereka yang komorbid, ketika terpapar covid-19, memiliki peluang untuk meninggal dunia 30 kali lebih tinggi, meskipun mereka usia muda.

“Ada kelompok resiko dan ada kelompok rentan covid-19. Kelompok resiko adalah kita semua masyarakat beresiko terkena covid-19, tetapi kelompok rentan adalah mereka yang rentan untuk meninggal dunia karena terkena covid-19. Untuk itu, justru ketika kita mau divaksin covid-19, maka kita akan menjaga atau memberikan perlindungan kepada mereka yang berpeluang besar terkena covid-19,” ujarnya.

Dirinya pun memberikan perbandingan dengan kasus HIV di Mimika yang awalnya tidak dipercaya masyarakat.

“Contohnya, HIV di Mimika ini, dari awalnya orang tidak percaya, ternyata HIV lebih banyak diderita oleh penduduk asli. Terus setelah kejadian itu, siapa yang bertanggung jawab?” ungkapnya.

Dia kembali menegaskan bahwa hari ini yang paling utama adalah nilai kemanusiaan. Untuk itu diharapkan seluruh komponen masyarakat, khususnya pejabat publik, agar menyuarakan hal-hal membangun bagi masyarakat.

“Bapak Bupati (Mimika) saja menginginkan agar kita menceritakan kearifan lokal dan kondisi yang sesungguhnya. Jangan menghasut masyarakat dengan isu-isu miring,” tutupnya. (Red)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

2 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Bola165A titik com sarana slot Game online dan sportsbook yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Bola165A titik com paling best ya guys...Click Disini

    BalasHapus
  2. Hallo Gamer Indonesia Bola165 Memberikan Bonus WD( WITHDRAW ) Hingga 10%, EDISI TERBATAS
    Buruan Daftar sekarang juga di Bola165, Cek promo bisa disini >>> biolinky.co/promobola165

    BalasHapus