Wabup Mimika Ungkap Fakta Ketidakpercayaan Masyarakat kepada Pemerintah Daerah, Berikut Ulasannya

Bagikan Bagikan

SAPA (TIMIKA) – Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM mengatakan, perlu dilakukan introspeksi, refleksi dan evaluasi, khususnya pada kebijakan-kebijakan dan jalannya pemerintahan di Kabupaten Mimika pada tahun 2020 demi terwujudnya pelayanan kepada masyarakat yang lebih maksimal di tahun 2021.

Wabup John mengungkapkan hal tersebut dengan mengulas beberapa peristiwa besar yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Mimika pada tahun 2020 melalui rilisnya kepada Salam Papua, Senin (4/1/2021).

“Pada awal tahun 2020, kita diperhadapkan dengan peristiwa terganggunya keamanan di distrik tembagapura yang membuat masyarakat dari 3 kampung harus mengungsi ke Timika. Di sini pemerintah daerah belajar bagaimana melakukan pelayanan yang baik bagi para pengungsi tersebut dalam berbagai aspek. Belum selesai pelayanan tersebut, muncul bencana yang mendunia termasuk di Kabupaten Mimika, yaitu pandemi covid-19,” ungkapnya.

Dia mengaku, begitu banyak rencana Pemkab Mimika, baik pembangunan infrastruktur maupun pembangunan ekonomi, namun pemerintah tidak dapat berbuat banyak. Karena anggaran yang sudah ditetapkan untuk pembangunan tersebut harus direalokasi dan direfocusing untuk penanganan, pencegahan dan pengawasan penyebaran covid-19 di Kabupaten Mimika.

“Begitu banyak perubahan-perubahan dan tata cara hidup yang berbeda di tahun 2020, di mana kita harus menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi saat itu. Natal dan Lebaran (Idul Fitri) tidak kita rayakan seperti tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah daerah juga harus berani mengambil keputusan-keputusan untuk bisa menangani situasi ini. Namun pemerintah daerah sesungguhnya mengalami dilema dalam mengambil keputusan, apakah harus sepenuhnya mengawasi pandemi covid-19 atau meningkatkan ekonomi masyarakat?” ujarnya.

Dirinya melanjutkan, masih dalam suasana penanganan pandemi covid-19 tersebut, Pemkab Mimika harus juga diperhadapkan dengan peristiwa bencana alam di beberapa daerah di Kabupaten Mimika.

Akibat curah hujan yang cukup tinggi, berdampak pada peristiwa banjir dan tanah longsor. Banyak anggota masyarakat pun kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi. Di samping itu, masyarakat di pinggiran juga kehilangan kebun dan terputusnya akses jalur darat ke kota Timika sehingga berdampak pada kehilangan mata pencaharian utama. Dari peristiwa ini, akhirnya pemerintah juga harus segera menyiapkan atau membangun kembali akses jalan yang terputus dan mencari solusi bagi masyarakat yang terisolir seperti di Aroanop dan sekitarnya supaya tidak terjadi bencana kelaparan.

“Pemerintah daerah juga diperhadapkan dengan evaluasi-evaluasi bersama tentang kesehatan masyarakat, tentang kekerasan dalam rumah tangga, penyakit stunting, penyakit malaria, dan penyakit kusta,” ungkapnya.

Dia kemudian mengatakan, Pemkab Mimika diperhadapkan dengan fakta atau kenyataan ketidakpercayaan masyarakat Mimika.

Menurut dia, hal ini kemungkinan karena kebijakan-kebijakan dan terutama karena ketidakkonsistenan perhatian Pemkab Mimika kepada masyarakat, sehingga masyarakat mulai meragukan pelayanan pemerintah. Bukan saja di dalam masyarakat, tapi juga terjadi di dalam internal kalangan Pemkab Mimika sendiri.

“Akibatnya, di antara sesama anggota masyarakat mulai saling curiga, saling membenci dan berpikir negatif atas semua situasi yang terjadi, yang kemudian diolah dan dipolitisir untuk kepentingan-kepentingan pihak-pihak tertentu yang semestinya tidak boleh terjadi,” katanya.

Untuk itu dia berharap, Pemkab Mimika sebagai fasilitator dan regulator harus mampu menciptakan situasi menjadi lebih baik di tahun 2021.

Dijelaskan, bagi para pegawai negeri sipil (PNS) maupun non-PNS agar bekerja mendukung pemerintah dan melayani masyarakat. Saling berkoordinasi antara pimpinan dan bawahan, begitu pun sebaliknya.

“Bekerjalah sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing sesuai dengan bidangnya, selalu melakukan evaluasi untuk peningkatan kinerja, serta harus memiliki dedikasi, inovasi, kreasi, dan improvisasi dalam melayani masyarakat demi kemajuan Kabupaten Mimika sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati 2019-2024,” ujarnya.

Dia menegaskan, Bupati dan Wakil Bupati sebagai pejabat politik dipilih oleh masyarakat, dan tentunya masyarakat mempunyai harapan besar baik untuk keamanan, kedamaian, maupun untuk kesejahteraan serta menginginkan adanya perubahan-perubahan besar di Kabupaten Mimika.

“Tunjukkan etika birokrasi pemerintahan dan wibawa pemerintah di mata masyarakat. Wujudkan the good governance untuk pelayanan yang baik kepada masyarakat. Bina hubungan kita dengan baik, laksanakan pekerjaan dengan baik, dan jadilah pegawai negeri yang baik sebagai pelayan masyarakat,” tegasnya.

Di samping itu, dia juga berharap melalui peringatan Natal tahun 2020 yang lalu, masyarakat Mimika memiliki kedamaian batin dan meninggalkan semua pemikiran yang tidak baik di tahun 2020 untuk berpikir lebih baik dan berpikir positif untuk berbagai situasi dan kondisi di tahun 2021.

“Masyarakat Mimika yang heterogen agar dapat terus meningkatkan rasa saling menghargai, memiliki solidaritas dan semangat persatuan, semangat NKRI, tetap kita satukan dalam hati, jiwa dan pikiran untuk berbuat yang lebih baik bagi kemajuan Kabupaten Mimika dan bisa menjadi yang terdepan di Provinsi Papua. Marilah kita tinggalkan semua semangat yang kurang baik di masa lalu dan bangkitkan aura positif di tahun 2021. Marilah kita saling bergandengan tangan, saling memberikan masukan yang konstruktif untuk kemajuan daerah ini,” ungkapnya.

Dia menambahkan, semoga pandemi covid-19 bisa teratasi di tahun 2021 ini, khususnya di Kabupaten Mimika, tetapi semangat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi covid-19 harus terus ditingkatkan, seperti selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak (3M).

“Di samping itu masyarakat diminta untuk selalu membiasakan diri dengan perilaku hidup sehat seperti menjaga kesehatan, makan makanan yang bergizi, dan rajin berolahraga. Karena hidup sehat akan membuat kita mampu bertahan dalam segala cuaca,” tutupnya. (Red)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Pendudukan: Harta Tanah / perhotelan
    kedudukan: Pengarah Urusan
    Nama: Najwa Mohammed
    Bandar: Miri
    Pinjaman saya mendapat: Rm 1.5 juta
    kadar faedah: 1%
    E-mel saya: najwamohammed369@gmail.com
    Halo, saya mengucapkan terima kasih kepada allah almight untuk kebaikan dan keberkasaan yang saya dapatkan dari AASIMAHA ADILA LOAN FIRM tahun ini 2020, saya ingin kita medium ini membiarkan muslim saya di malaysia, Tahun lepas saya telah memohon pinjaman banyak kali dan saya bodoh , Tahun ini ketika saya sedang menonton berita perniagaan saya di Aljazeera, saya melihat nama AASIMAHA ADILA AHMED LOAN FIRM pada wawancara menerangkan pakej mereka dan bagaimana mereka memberi pinjaman dan dana amal kepada mereka yang ingin memulakan perniagaan tahun ini. Oleh itu, saya mendengar dan menghubungi mereka dengan kenalan mereka di televisyen, saya memohon Rm 1.5 juta, pada kadar 1% dan pinjaman saya telah diluluskan dan saya mendapat pinjaman secepat mungkin. Saya mendapat pinjaman saya dan melabur lebih jauh ke hartanah suami saya. suami saya dari indonesia, banjir yang terjejas rumah keluarga kami di jakarta, sejak kami mendapat pinjaman, kami telah memperbaiki banyak hal dan membayar hutang bank juga.Jika anda ingin perusahaan pinjaman yang nyata dan sah, anda bebas memohon sekarang dan dapatkan pinjaman anda .Mengingatkan diri anda untuk menjadi kuat dan tidak pernah berputus asa. Semakin banyak anda jatuh, semakin kuat anda menjadi bangun. Jangan pernah menyerah tidak kira apa. Buat janji kepada impian anda seolah-olah anda berjanji kepada anak anda. Saya berharap anda lebih besar tahun. Mungkin allah memberkati mereka allah

    MOHON SEKARANG
    E-mail****aasimahaadilaahmed.loanfirm@gmail.com

    BalasHapus