Buka BLK dan Kawasan Wisata, Kampung Nawaripi Mimika Bekerjasama Dengan Kamajaya Papua

Bagikan Bagikan
Ketua Kamajaya Provinsi Papua, Christo Saklil (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) - Kampung Nawaripi Distrik Wania bekerjasama dengan Keluarga Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta (Kamajaya) Provinsi Papua untuk mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK) dan Kawasan wisata.

Ketua Kamajaya Provinsi Papua, Christo Saklil,ST,AMP menyampaikan bahwa tujuan dibentuknya BLK dan kawasan wisata mengacu pada visi-misi Presiden Jokowi-Ma'aruf Amin, salah satunya pembangunan SDM, yang jika dikaitkan dengan visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang mana pada poin keenam yaitu meningkatkan kualitas SDM agar mampu menatagunakan segala potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, meningkatkan daya saing dalam menghadapi segala tantangan dan persaingan di era globalisasi, begitu juga visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika termuat meningkatkan kualitas SDM Mimika.

"Tujuan kami mendirikan BLK dan kawasan wisata guna meningkatkan SDM, hal ini sejalan dengan visi-misi Presiden, Gubernur (Papua) dan Bupati Mimika," kata Christo, Minggu (21/2/2021).

Pengurus Pusat Kamajaya UAJY (Koordinator Jejaring Alumni dan Pendataan) itu menjelaskan, melihat visi-misi tersebut, maka Kampung Nawaripi berinisiatif membuat kampung inovatif guna memajukan SDM di kampung Nawaripi terlebih khusus bagi anak-anak Mimika yang tidak beruntung mengenyam pendidikan dan juga anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan namun minim keterampilan, sehingga mereka bisa dibekali dengan keterampilan yang kelak akan pergunakan.

Tentunya untuk mewujudkan hal tersebut, sesuai dengan regulasi pemerintah dan didukung dengan kajian studi, Kamajaya akan bersama dengan Pusat Studi Kawasan Indonesia Timur UAJY (Puskit). Diketahui Pemerintah Kampung Nawaripi telah menyiapkan kurang lebih 12 hektar lahan yang terdiri dari 10 hektar untuk kawasan wisata dan 2 hektar untuk BLK.

"Kami akan buat kampung inovatif/kampung percontohan, tapi harus didukung dengan regulasi yang jelas," ungkapnya.

Anggota Asosiasi Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI) itu menambahkan, BLK tersebut membutuhkan waktu 1,5 tahun yang akan dimulai pada bulan Maret 2021 sampai tahun 2022 mendatang dan dibagi menjadi 3 tahap, sedangkan kawasan wisata akan dibuka mulai pertengahan tahun 2021 yang memakan waktu kurang lebih 2 tahun.

"Untuk jadwal program BLK butuhkan 1,5 tahun dan wisata itu butuhkan waktu 2 tahun," ujarnya.

Ia berharap, dua program tersebut dapat berjalan dengan dukungan dari pemerintah dan juga pihak Freeport melalui dana CSR, sebab BLK tersebut fokus pada putra-putri Mimika.

“Diharapkan, dua program tersebut dapat berjalan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak terlebih khusus untuk kalangan industri-industri di Mimika dan secara umum di Papua," tutupnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Bola165A titik com sarana slot Game online dan sportsbook yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Bola165A titik com paling best ya guys...Click Disini

    BalasHapus