Dandim Nabire Bantah TNI Paksa Warga Kampung Ndugusiga Mengungsi

Bagikan Bagikan

Ilustrasi-mengungsi. (Antara)

SAPA (JAYAPURA)
- Kodim 1705/Nabire, Papua, membantah informasi yang menyebut TNI memaksa warga di Kampung Ndugusiga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, mengungsi dari rumahnya masing-masing. 

Komandan Kodim (Dandim) 1705/Nabire Letkol Inf Benny Wahyudi melalui telepon selularnya di Jayapura, Rabu, mengatakan pihaknya membenarkan kabar adanya warga dari Kampung Ndugusiga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, yang mengungsi karena takut atas keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). 

"Jika disebutkan ada massa yang meninggalkan rumah itu bukan TNI-Polri yang minta, yang benar adalah Anggota DPRD Kabupaten Intan Jaya Benyamin Weya, yang menyampaikan ke masyarakat bahwa situasi tidak aman sehingga tinggal dulu di tempat lain, itu di Kampung Ndugusiga," katanya. 

Menurut Benny, selama ini personel TNI yang berada di Intan Jaya dapat hidup berdampingan dengan masyarakat setempat. 

"Kehadiran TNI di tengah masyarakat pun dipastikan dapat mengangkat perekonomian karena personel TNI yang banyak membeli hasil kebun masyarakat, namun hal tersebut mendadak berubah ketika KKB mulai beraksi di Intan Jaya sejak akhir 2019," ujarnya. 

Dia menjelaskan selama ini masyarakat bersama dengan TNI, yang sudah lama berada di wilayah setempat, yakni di Tiitigi, Ndugusiga, Sugapa, Hitadipa, tidak ada masyarakat mengungsi, namun begitu ada KKB yang datang, masyarakat mengungsi. 

"Keberadaan KKB di Intan Jaya mempersulit kehidupan warga setempat, misalnya masyarakat di Distrik Hitadipa yang kerap beraktifitas menjual hasil kebunnya di Distrik Sugapa, kini harus berjalan kaki membawa dagangannya karena sudah tidak ada lagi tukang ojek yang berani menempuh rute ke Hitadipa," katanya. 

Dia menambahkan sebelumnya warga dari Sugapa ke Hitadipa nyaman berkendara dengan tukang ojek dan dipastikan aman, namun kini masyarakat harus memikul sayuran dengan berjalan kaki untuk ke wilayah tersebut, karena tukang ojek sudah tidak berani ke Hitadipa. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar