Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS dan BOP-OAP di SMAN 1 Mimika Menunggu Koordinasi Dengan BPKP Papua

Bagikan Bagikan

Donny S Umbora (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Mimika, Donny S Umbora mengatakan bahwa saat ini pihaknya sementara mengumpulkan dokumen terkait dugaan penyalahgunaan dana bantuan operasi sekolah (BOS) dan bantuan operasional pendidikan orang asli Papua (BOP- OAP) di SMAN 1 Mimika untuk anggaran tahun 2019.

BOS reguler tersebut sebanyak Rp 1,8 miliar lebih dan BOP-OAP sekitar Rp 339 juta. Saat inipun statusnya sudah masuk ke tingkat penyidikan sejak akhir November tahun 2020. Untuk penetapan berapa banyak tersangkanya harus menunggu audit, akan tetapi secara juknisnya dana BOS itu tidak boleh ada keterlibatan pihak ketiga dan hanya dikelola oleh pihak sekolah, karena hanya untuk pekerjaan ringan saja.

“LPJ sudah mereka kasih dan kami terima, tapi masih ada beberapa dokumen yang perlu seperti rekening koran dan yang lainnya berkaitan dengan dana BOS dan BOP-OAP itu yang harus kami kumpulkan,” kata Donny, Senin (1/2/2021).

Pihaknya juga telah menyurati Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Papua di bulan Desember tahun 2020 lalu guna mengekspos perhitungan kerugian keuangan negara. Namun, sampai saat ini masih menunggu dan dalam waktu dekat akan tetap dilakukan koordinasi dengan BPKP.

“Intinya ada dua sumber anggaran yang jadi objek pemeriksaan di SMAN 1 (Mimika). Dana-dana itu yang dikelola SMAN 1 tahun 2019,” ujarnya.

Untuk tahap penyidikan ini telah diperiksa sekitar 9 saksi termasuk guru-guru dan mantan Kepala Sekolah. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar