Kepala Lapas Timika: Tidak Ada Transaksi Narkoba dalam Lapas dan WB Tidak Bebas Keluar-Masuk

Bagikan Bagikan

Kepala Lapas Kelas II B Timika, Marthen B. Parlinoan (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Timika, Marthen B. Parlinoan memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada aktivitas atau transaksi jual-beli narkoba yang dilakukan oleh para penghuni atau warga binaan (WB) yang ada.

“Sampai saat ini kami pastikan tidak ada aktivitas jual beli narkoba di sana. Memang untuk selama ini belum ada razia, tetapi kami tetap pantau setiap saat dari blok ke blok. Pantauan itu kami lakukan tiap siang dan malam oleh petugas supaya tidak ada yang menggunakan, apalagi sampai mengedar narkoba di dalam,” ungkap Marthen.

Selain itu, juga dipastikan bahwa tidak ada perlakuan khusus atau istimewa bagi setiap WB. Dengan demikian, tidak ada WB yang diberi keringanan keluar dan masuk Lapas sesuka hati lantaran sebagai pegawai atau pejabat Pemkab.

“Kami perlakukan WB sama, tidak ada yang dibeda-bedakan. Kalau kita lakukan hal itu, maka di situ bisa timbul kericuhan. Salah kalau ada yang informasikan bahwa WB yang bebas keluar-masuk,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sampai saat ini tidak ada yang lari dan untuk mencegah hal itu. Tahun 2017 lalu telah dibangun pagar ornamens, sehingga tidak ada tahanan yang berani kabur.

“Sekarang tidak ada tahanan yang dengan kategori pengawasan khusus, karena kita pun selalu melakukan pendekatan yang baik kepada mereka supaya mereka menjalani apa yang sudah mereka sendiri lakukan. Kami selalu sampaikan bahwa ketika kalian masuk melalui pintu depan, maka keluarnya juga harus melalui pintu depan,” katanya.

Jumlah penghuni lapas saat ini sebanyak 257 dan masih ada juga yang masih dititip di tahanan Polres yaitu sebanyak 6 orang. Jumlah ruangan hingga saat ini masih cukup untuk menampung 257 tahanan tersebut.

Jumlah tahanan yang merupakan pegawai Pemkab sebanyak 7 orang. Jumlah sipir sebanyak 54 orang setelah ada penambahan sebanyak 23 orang yang baru dan sebagai PNS. Sedangkan, untuk fasilitas diakuinya banyak kekurangan khusus bagian dapur sudah tidak layak dipergunakan.

“Tapi kami selalu kondisikan untuk WB yang ada,” tuturnya.

Lebih lanjut ia sampaikan bahwa karena mematuhi protokol kesehatan covid-19, saat ini besuk belum bisa dibuka, dan hanya menerima titipan yang tentunya melalui pemeriksaan sebelum diberikan kepada WB yang dituju. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar