Lem Aibon Dijual Bebas dan Banyak Anak Mimika Kecanduan, Pemkab Diminta Tidak Tutup Mata

Bagikan Bagikan
(Foto:Ilustrasi) 

SAPA (TIMIKA) – Pemkab Mimika diminta tidak menutup mata terhadap bebasnya penjualan lem Aibon di Timika lantaran saat ini semakin banyak anak Mimika yang kecanduan.

Ketua Fraksi Mimika Bangkit, Drs.Leonardus Kocu mengaku sangat prihatin mengetahui banyaknya anak-anak Mimika yang kecanduan. Persoalan lem Aibon pun telah menjadi persoalan yang sejak lama dikeluhkan oleh masyarakat termasuk oleh banyak LSM yang ada, akan tetapi tidak direspon Pemerintah Daerah.

Menurut dia, Pemkab melalui dinas terkait harus melakukan pengawasan serius terhadap peredaran produk yang dinilai merusak moral generasi penerus di Mimika khususnya generasi dua suku asli yaitu Amungme dan Kamoro. Apalagi saat ini sekolah tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya lantaran pandemi covid-19, sehingga banyak anak-anak yang di luar pengawasan guru ataupun orang tua dan memilih hidup bebas dengan hal-hal yang merusak moral.

“Kenapa Pemkab tutup mata dengan hal ini? Pemerintah melalui dinas terkait yang mengawasi peredaran barang itu harus serius. Pemerintah harus bekerja sama dengan aparat keamanan termasuk PolPP supaya bisa tertibkan penjualannya yang memang mudah dijangkau anak-anak. Lem itu tidak boleh dijual sembarang di kios-kios supaya tidak mudah didapat oleh anak-anak. Saya pernah dengar laporan dari beberapa LSM bahwa masih banyak anak Mimika yang kecanduan lem itu. Ini sangat kasihan,” katanya via telepon, Senin (8/2/2021).

Pemerintah banyak membuat agenda dan program yang hanya berupa kewajiban dalam roda pemerintahan, akan tetapi tidak ada strategi khusus yang dibuat agar mengurangi hal-hal yang menghambat pertumbuhan generasi muda Amungme dan Kamoro. Padahal jika memang peduli dengan generasi penerus, seharusnya ada program khusus yang dijalankan untuk memantapkan SDM generasi muda agar tidak terjerumus dalam hal-hal negatif.

“Pemkab jangan membuat suatu tim pengawasan hanya untuk sesaat saja setelah ada masyarakat yang teriak. Jangan buat sesuatu yang istilahnya hangat hangat tahi ayam saja,” katanya. 

Dia menegaskan, manajemen pengawasan dari pemerintah tidak boleh lemah. Demikian juga halnya dengan penegak hukum agar masyarakat juga bisa menaati apa yang dilarang. Dalam hal ini khusus untuk lem aibon yang semestinya untuk kebutuhan bangunan tanpa harus dijual kepada anak-anak dan dijual bebas di kios-kios.

“Kasihan. Anak-anak yang kecanduan lem itu generasi Indonesia, jadi harus dilindungi. Makanya Pemerintah tertibkan penjualan lem aibon itu,” tegasnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Bola165A titik com sarana slot Game online dan sportsbook yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Bola165A titik com paling best ya guys...Click Disini

    BalasHapus