Mahasiswa Mimika Unjuk Rasa di Depan Kemendagri Tolak Pemekaran Provinsi Papua Tengah

Bagikan Bagikan
Aksi unjuk rasa (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Mahasiswa Mimika se-Indonesia dan Luar Negeri menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021).

Dipimpin Jhoni YK Jangkup, 30 orang perwakilan mahasiswa dan kaum intelektual ini menyampaikan  menolak pemekaran Papua Tengah, serta mengembalikan hak Lembaga Adat (LEMASA) dan LEMASKO ke Masyarakat Adat Suku Amungme dan Kamoro di Timika.

Penolakan ini lantaran pemekaran provinsi Papua tengah bukan permintaan masyarakat dan mahasiswa.

Dalam orasinya Jangkup mengaku bahwa kedatangan mereka dengan tegas menolak pemekaran Provinsi Papua tengah dan provinsi di bagian lainnya di Papua, karena hal tersebut merupakan kepentingan kapitalis. Kewenangan pemekaran sepenuhnya berada di MRP dan DPRP.

Selain itu mereka juga menuntut untuk segera mengembalikan hak adat masyarakat LEMASA dan LEMASKO ke Suku Amungme dan Kamoro. Pemekaran Papua Tengah akan menyebabkan masyarakat Papua lebih ditindas, karena saat ini 2 provinsi saja kehidupan masyarakatnya sudah seperti ini. Masyarakat Papua belum siap terhadap pemekaran Papua. Tapi Presiden Jokowi langsung memberikan perintah secara sepihak.

“Kami datang bukan secara kekerasan tapi kami datang secara intelektual. Kami masyarakat tidak dilibatkan dalam negosisasi. Pemekaran adalah kepentingan dari Kemendagri dan pemerintah pusat untuk memusnahkan orang papua di tanahnya sendiri. Sejak tahun 1967 s.d 2021 Freeport beroperasi mengambil emas dan sebagainya, tapi masyarakat adat tidak pernah dihargai dan diberi kesejahteraan serta kedua Lembaga diadopsi oleh komprador penguasa dan kepentingan Freeport. Kami bersatu karena pemerintah mengambil kebijakan secara otoriter dan militeristik. Kami melihat suku Amungme dan Kamoro serta beberapa suku kerabat lain seperti Suku Moni, Dani, Dainal, Nduga, dan Moe/Ekari yang hidup di tanah Amungsa Kabupaten Mimika telah diadu-dombakan,” demikian penggalan isi orasinya.

Selanjutnya dikatakan, LEMASA sebagai benteng dan perisai diadu-dombakan semenjak dana 1 persen dikucurkan tahun 1996 dan pihak yang pro berdiri bersama LEMASA dinilai negara dan Freeport sebagai OPM. Dengan begitu masyarakat adat trauma dan dimarginalisasi.

“Maka kami dengan tegas dan keras menolak, mendesak kepada penguasa Indonesia, penguasa Freeport, penguasa Amungme selaku pemangku kepentingan di Mimika serta pendiri LEMASA untuk mendorong dan menyerahkan LEMASA kepada AMUNGME untuk melaksanakan MUSDAT. Melalui MUSDAT Masyarakat  Amungsa di Bumi Kamoro menerima kembali jati diri mereka melalui LEMASA agar mereka dapat hidup damai tentram dan nyaman di atas tanahnya sendiri sebagai tuan,” ujarnya.

Aksi yang dikoordinir oleh Malinud Inagal ini pada pukul 13.15 WIB 8 orang perwakilan massa aksi diterima oleh Beni Irwan (Kapuspen Kemendagri) dan Direktur Otonomi Khusus Ditjen Otda yang juga merangkap Plt. Sesditjen Otda di Lobby ULA Gedung B Kemendagri. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Selamat siang untuk semua warga negara Indonesia dan juga semua Asia, nama saya Nyonya Nurliana Novi, tolong, saya ingin membagikan kesaksian hidup saya di sini di platform ini untuk semua warga negara Indonesia dan seluruh Asia untuk berhati-hati dengan pemberi pinjaman di Internet, Allah benar-benar mendukung saya melalui ibu Nyonya yang baik

    Setelah beberapa periode berusaha mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan ditolak terus-menerus, jadi saya memutuskan untuk mendaftar melalui pinjaman online tetapi saya ditipu dan saya kehilangan Rp 15.000.000 dengan pemberi pinjaman yang berbeda.

    Saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman, jadi saya membahas dengan seorang teman saya yang kemudian memperkenalkan saya kepada Nyonya Elina, yang merupakan pemilik perusahaan pinjaman global, jadi teman saya meminta saya untuk mendaftar dari Nyonya Elina, jadi saya memanggil keberanian. dan menghubungi Mrs. Elina.

    Saya mengajukan jumlah pinjaman sebesar Rp500.000.000 dengan tingkat bunga 2%, sehingga pinjaman itu mudah disetujui tanpa stres dan semua pengaturan dilakukan pada transfer kredit, karena fakta bahwa itu tidak memerlukan jaminan dan jaminan pinjaman Transfer Saya hanya diberitahu untuk mendapatkan sertifikat perjanjian lisensi aplikasi mereka untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari dua jam uang pinjaman telah disetorkan ke rekening bank saya.

    Saya pikir itu adalah lelucon sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa akun saya dikreditkan dengan jumlah Rp500.000.000. Saya sangat senang bahwa Allah akhirnya menjawab doa saya dengan memerintahkan pinjaman saya dengan pinjaman asli saya, yang telah memberi saya keinginan hati saya.

    Mereka juga memiliki tim ahli yang akan menyarankan Anda tentang jenis bisnis yang ingin Anda investasikan dan bagaimana cara menginvestasikan uang Anda, sehingga Anda tidak akan pernah bangkrut lagi dalam hidup Anda.

    Semoga Allah memberkati ibu Elina untuk membuat hidup menjadi mudah bagi saya, jadi saya menyarankan siapa pun yang tertarik untuk mendapatkan pinjaman untuk menghubungi Mrs. Elina melalui email: elinajohnson22@gmail.com untuk pinjaman Anda
    Ada perusahaan palsu lain yang menggunakan kesaksian saya untuk mencapai keinginan egois mereka, saya satu-satunya dengan kesaksian sejati ini, ketika Anda menghubungi kemudian meminta mereka untuk bukti pembayaran di sana kepada ibu ,, Harap berhati-hati terhadap orang-orang ini, oke.

    Akhirnya saya ingin mengucapkan terima kasih untuk meluangkan waktu untuk membaca kesaksian hidup saya tentang kesuksesan saya dan saya berdoa akan melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda. Salah satu nama saya Nyonya Nurliana Novi, Anda dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut Melalui email saya: nurliananovi96@gmail.com

    BalasHapus