Menkes Sebut Vaksinasi COVID-19 Untuk Nakes Lansia Dimulai Senin

Bagikan Bagikan

Seorang tenaga kesehatan antre untuk mengikuti vaksinasi dosis pertama vaksin COVID-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). (Foto-Antara)

SAPA (JAKARTA)
- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan vaksinasi untuk lanjut usia dengan prioritas tenaga kesehatan akan dimulai pada Senin (8/2) pukul 09.00 WIB menyusul persetujuan penggunaan darurat vaksin CoronaVac oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

"Kami sudah memperbaiki petunjuk teknis, sudah mengomunikasikan dengan jajaran di lapangan agar besok jam 09.00 WIB vaksinasi untuk lanjut usia dengan prioritas tenaga kesehatan yang berusia di atas 60 tahun bisa dimulai," kata Budi dalam jumpa pers secara virtual yang diikuti dari Jakarta, Minggu. 

Budi mengatakan Indonesia secara resmi memulai program vaksinasi pada 13 Januari 2021, dengan prioritas pada tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan diutamakan terlebih dahulu karena mereka memiliki risiko lebih tinggi terpapar virus COVID-19. 

Lanjut usia juga merupakan kelompok rentan bila tertular COVID-19 karena memiliki risiko lebih tinggi untuk menjadi fatal. Itu sebabnya di beberapa negara, kata Budi, vaksinasi diprioritaskan untuk tenaga kesehatan dan kelompok lanjut usia terlebih dahulu. 

Menurut Budi, tenaga kesehatan Indonesia yang berusia di atas 60 tahun berjumlah 11.600 lebih. Mereka sebelumnya tidak bisa divaksinasi karena persetujuan penggunaan darurat vaksin dari BPOM hanya untuk rentang usia 18 tahun hingga 59 tahun. 

"Tenaga kesehatan yang berusia di atas 60 tahun adalah orang yang berisiko terpapar virus corona, sekaligus berisiko mengalami kefatalan yang lebih tinggi," tuturnya. 

Budi mengatakan persetujuan penggunaan darurat BPOM terhadap vaksin CoronaVac yang bisa digunakan untuk kelompok lanjut usia merupakan kabar baik. 

Hal itu merupakan salah satu upaya untuk melindungi kelompok yang lebih rentan tertular dan lebih berisiko mengalami kefatalan yang lebih tinggi sehingga pasien dengan gejala berat bisa dikurangi. 

"Bila pasien dengan gejala berat bisa dikurangi, tekanan ke rumah sakit terutama pasien dengan kondisi berat juga bisa dikurangi. Pada akhirnya beban tenaga kesehatan di rumah sakit juga bisa berkurang karena sebagian besar yang lanjut usia bisa dicegah tidak perlu ke rumah sakit," katanya. 

Wapres tunggu rekomendasi dokter kepresidenan untuk vaksin lansia 

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menunggu rekomendasi dari Tim Dokter Kepresidenan terkait penyuntikan vaksin COVID-19 buatan Sinovac, yang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diizinkan penggunaannya untuk kelompok lanjut usia (lansia). 

Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi di Jakarta, Minggu, mengatakan Wapres Ma’ruf siap kapan saja untuk disuntik vaksin COVID-19 selama mendapatkan rekomendasi dari Tim Dokter Kepresidenan. 

"Wapres itu siap (divaksin) kapan saja, tetapi itu nanti akan ditentukan dari tim kesehatan dan Tim Dokter Kepresidenan. Kalau dinyatakan siap oleh Tim Dokter, maka Wapres akan siap, kalau (disarankan) nggak, ya nggak (divaksin)," kata Masduki. 

Masduki menambahkan Tim Dokter Kepresidenan juga telah bekerja untuk mencari jenis vaksin COVID-19 yang sesuai dengan kondisi kesehatan Wapres Ma’ruf Amin. Selain masuk dalam kelompok lansia, Wapres juga memiliki riwayat pengobatan jantung dengan menggunakan stent atau ring. 

"Tim Dokter Kepresidenan sudah bergerak, dalam artian seperti apa kemungkinan-kemungkinannya, apakah mengikuti Sinovac atau mengikuti (vaksin) yang lain,” katanya. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar