SKK Migas Mendorong Pengeboran Tujuh Sumur Migas Di Kabupaten Sorong

Bagikan Bagikan

FGD membahas dan sosialisasi pengeboran sumur Migas di Kabupaten Sorong. (Foto-Antara)

SAPA (SORONG)
- SKK Migas perwakilan Papua Maluku terus mendorong kegiatan eksploitasi dan eksplorasi minyak dan gas bumi di wilayah Kabupaten Sorong guna mewujudkan ketahanan energi dan kesejahteraan masyarakat. 

Kepala Perwakilan SKK Migas Papua Maluku, A. Rinto Pudyantoro di Sorong, Selasa, mengatakan bahwa Hulu Migas saat ini tengah giat-giatnya melaksanakan kegiatan eksploitasi dan eksplorasi di wilayah Papua dan Maluku termaksuk kabupaten Sorong. 

"Seperti yang dilakukan oleh Pertamina EP yang sedang proses pengeboran tujuh sumur Migas baru di wilayah Salawati Kabupaten Sorong," ujarnya. 

Kepala Departemen Humas SKK Migas Papua Maluku, Galih Agusetiawan memaparkan bahwa tahun 2021 diharapkan tercapainya investasi hulu migas hingga 40 juta dolar AS dari rencana kegiatan pengeboran hingga tujuh sumur di Kabupaten Sorong oleh Pertamina EP. 

Menurut dia, aktivitas pengeboran minyak dan gas bumi tersebut guna kepentingan umum, serta bagian dari projek strategis nasional untuk ketahanan energi. 

Sebab itu, dia berharap kegiatan operasional hulu migas itu mendapat dukungan dari para pemangku kepentingan di kabupaten Sorong demi menjaga keberlangsungan pendapatan daerah dari Dana Bagi Hasil (DBH) SDA Migas yang nantinya diperuntukkan untuk kesejahteraan masyarakat. 

Manajer Legal dan Relation Pertamina EP Aset 4, Jou Samuel Hutajulu yang memberikan keterangan terpisah, mengatakan bahwa lokasi rencana sumur produksi telah memperoleh izin pinjam pakai kawasan hutan atau IPPKH. Namun ada kendala permasalahan sengketa pemilikan hak ulayat di lokasi pengeboran sehingga persiapan aktivitas pengeboran yang direncanakan awal Pebruari 2021 ditunda. 

Dia berharap dukungan semua pihak terutama pemerintah daerah agar permasalahan yang menjadi kendala operasional terselesaikan dengan mudah agar memberikan kelancaran proses operasional di lokasi rencana sumur produksi. 

Wahyujatmiko mewakili Divisi Eksplorasi Pertamina EP menambahkan, pemerintah daerah harus memberikan prioritas pembangunan infrastruktur migas demi kepentingan umum. Membantu fasilitas, validasi, dan legitimasi penyelesaian hak ulayat tanah dengan pihak ketiga.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Sorong, Wakil Bupati Suko Harujono menyampaikan pemerintah daerah menyambut baik kegiatan pengeboran migas tersebut sebab perlunya investasi Migas sehingga dapat menopang perekonomian daerah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. 

Karena itu, dia menjelaskan pemerintah daerah siap memfasilitasi penyelesaian pembayaran hak ulayat tanah dan tanaman tumbuh milik masyarakat pada lokasi pengeboran sumur Migas di Salawati Kabupaten Sorong. 

"Kami berharap kegiatan pengeboran sumur Migas oleh Pertamina EP Aset 4 dapat berjalan sesuai dengan perencanaan dan target. Serta memberikan kemajuan bagi yang ada masyarakat di sekitar wilayah pengeboran,"tambah dia. 

Sementara itu, Komandan Kodim 1802 Sorong, Letkol Inf Budiman menyatakan siap mendukung keamanan operasi hulu migas yang juga merupakan bagian dari salah satu tugas Pokok TNI yaitu menjaga keamana Obyek Vital Nasional sesuai arahan Bapak Presiden RI. 

Dukungan yang sama juga disampaikan oleh Wakapolres Kabupaten Sorong, Kompol Emmy Fenetiruma yang mengatakan bahwa siap mendukung kelancaran dan keamanan kamtibmas di wilayah pengeboran sumur Migas Salawati agar tetap berjalan sesuai rencana. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar