Tahun 2021 Sekolah di Mimika Masih Belum Diizinkan Tatap Muka

Bagikan Bagikan
Sekretaris Disdik Mimika, Marthen Kanna (Kanan) dan Kepala Bidang SMP, Manto Ginting (Kiri). (Foto:SAPA/Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Marthen Kanna, pada Selasa (2/2/2021), mengungkapkan, walaupun pihaknya sudah mensosialisasikan keputusan bersama 4 Menteri tentang sekolah sudah diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka pada tahun 2021, namun hal tersebut belum diizinkan di Kabupaten Mimika.

Menurut dia, pihaknya sebenarnya telah mempersiapkan prosedur pelaksanaan sekolah tatap muka pada tahun 2021 ini.

"Mengikuti kesepakatan 4 Menteri, sekolah diperbolehkan tatap muka, kita sudah siapkan prosedurnya. Sebelumnya kami sudah sosialisasikan kesepakatan 4 menteri kepada Kepala Sekolah, Yayasan, Komite sekolah juga orang tua murid," ujarnya.

Ia mengatakan, dalam upaya mengimplementasikan keputusan bersama 4 Menteri agar sekolah bisa melakukan tatap muka, sekolah wajib melakukan simulasi terlebih dulu untuk memastikan sekolah siap.

"Sampai hari ini belum ada sekolah yang mengajukan untuk melakukan simulasi. Mungkin mereka takut karena sanksinya berat jika tidak menjalankan protokol secara baik, kepala Sekolah Negeri akan dicopot, sedangkan untuk sekolah swasta izin usahanya dicabut. Dan untuk tatap muka guru wajib melakukan rapid antigen untuk memastikan guru bebas dari covid-19, sedangkan orang tua wajib untuk antar-jemput (anaknya), dan jikalau gunakan ojek diusahakan agar hanya satu ojek saja yang antar-jemput," katanya.

Namun dirinya menjelaskan bahwa sekolah tatap muka saat ini belum diizinkan di Kabupaten Mimika berdasarkan kesepakatan bersama antara Forkopimda dan stakeholder pada beberapa waktu lalu.

“Namun kebijakan daerah berkata lain. Berdasarkan kesepakatan bersama (Forkopimda dan stakeholder di Mimika) sekolah tidak diperbolehkan tatap muka,” ungkapnya.

Di samping itu, Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Disdik Mimika, Manto Ginting menambahkan, pada intinya untuk sekolah tatap muka harus ada kebijakan dari pimpinan daerah.

Dinas pendidikan pada umumnya siap untuk membantu sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka dan didahulukan simulasi, dan ketika dinyatakan lolos simulasi barulah sekolah diizinkan untuk melakukan tatap muka dan tentunya harus ada kesepakatan dari orang tua siswa.

"Kalau pimpinan daerah izinkan sekolah tatap muka bulan depan atau kapan saja, kami siap  karena prosedur sudah disiapkan," terang Manto.

Menurut dia, selama belajar secara daring dan luring, guru wajib untuk masuk sekolah demi memastikan guru tersebut tetap bekerja.

"Itu untuk memperketat kinerja dari guru. Jangan sampai karena belajar secara daring dan luring, banyak guru juga yang meliburkan diri," ujarnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar