Wamen PUPR: Tailing PTFI Memacu Pertumbuhan Ekonomi Melalui Percepatan Pembangunan Konektivitas Jalan

Bagikan Bagikan
Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo (Kanan) didampingi Direktur PTFI, Claus Wamafma (Kiri) (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo melakukan kunjungan ke Wilayah PT Freeport Indonesia (PTFI) guna melihat secara langsung konsesi tambang atau tailing hasil limbah tambang PTFI dan pemanfaatannya.

Dikatakan, tailing yang sedang diperjuangkan PTFI dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan infastruktur jalan. Menurut Wempi, tailing tersebut tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3), tailing tersebut sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo untuk memacu pertumbuhan ekonomi dalam mempercepat konektivitas jalan antara Papua dan Papua Barat, termasuk membangun konektivitas dari Kabupaten menuju Provinsi.

Kepada awak media, pada Jumat (12/2/2021), Dia mengungkapkan, pembangunan tailing yang sudah dibangun PTFI dalam kurun waktu yang cukup lama dan sedang diperjuangkan oleh PTFI telah mendapatkan surat keputusan bersama (SKB) dari 3 Menteri (Menteri PUPR, Menteri BUMN dan Menteri Lingkungan Hidup) tentang pemanfaatan tailing sebagai infrastruktur pembangunan jalan.

“Panjang tailing sekitar 3.500 KM, sudah dikerjakan dan tersisa 70 KM. Ada beberapa ruas jalan yang akan dibuka lagi. Pengolahan tailing tetap di bawah kendali PTFI. PTFI akan memberikan kepada pihak siapa yang akan mengelola itu tergantung keputusan management PTFI, namun tidak digunakan untuk kepentingan publik, karena takut akan terjadi permasalahan baru yang mana akan banyak pihak yang mengklaim dan melakukan pemetaan wilayah dan terjadilah konflik baru,” ungkap Wempi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PTFI, Claus Wamafma mengungkapkan, tailing yang sedang dalam proses pembangunan itu telah melalui tahap dan telah memenuhi standarnya, salah satunya adalah analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

“Bagian dari studi kelayakan sebelum operasi dimulai dan opsinya macam-macam, apakah kita menggunakan pipa, atau membuang ke laut yang dalam, atau apakah kita menggunakan operasi yang lain dan ini menjadi bagian dari studi-studi yang telah dilalui, dan penggunaan sungai untuk mengirim tailing menjadi pilihan, di mana juga dapat dimanfaatkan untuk konektivitas jalan,” ujar Claus.

Dia menambahkan, pilihan menggunakan sungai untuk mengendapkan tailing ke dataran yang lebih rendah itu berdasarkan kajian dan dikelola secara konsisten serta kontinu selama puluhan tahun. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar