13 Anak Sekolah Asrama Taruna Papua di Timika Alami Pelecehan Seksual Oleh Pembina Asramanya

Bagikan Bagikan
(Foto:Ilustrasi)

SAPA (TIMIKA) – Seorang Pria berusia 30 tahun yang berprofesi sebagai pembina Sekolah Taruna Papua di Timika melakukan pelecehan seksual terhadap 13 orang anak di bawah umur yang merupakan anak asuhnya sendiri.

13 anak yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 1 anak perempuan tersebut mengalami pelampiasan nafsu bejatnya dengan cara meminta dioral. Bahkan 12 anak lainnya di luar 13 anak tersebut, mendapatkan kekerasan luapan amarahnya hingga dipukul menggunakan kabel.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto menjelaskan bahwa kekerasan dan pelecehan terhadap anak di bawah umur terjadi tanggal 9 Maret 2021 sekitar pukul 22.30 WIT di asrama Taruna Papua tepatnya unit asrama putra kamar Markus, lorong Sopoyono SP4 Distrik Wania.

Kejadian ini dilaporkan tanggal 11 Maret 2021 oleh korban ST usia 6 tahun. Di mana sekitar pukul 20.21 WIT setelah ibadah malam, korban sedang baring-baring dan pelaku memanggil korban memegang tangan korban dan diajak ke bagian belakang dan masuk ke kamar mandi pembina, lalu korban diminta agar membuka baju dan celananya.

Korban sempat menolak dan menyampaikan berulang-ulang "saya tidak mau, nanti saya melapor", tetapi pelaku memaksa dan menyuruh korban membuka mulut, lalu pelaku mengeluarkan alat vitalnya dan dimasukan ke mulut korban hingga mengeluarkan cairan.

Kejadian ini diketahui teman-teman korban dan teman-teman korban pun dimarahi pelaku hingga dipukul pakai kabel.

Pelaku sudah diamankan dan telah mengakui perbuatannya. Perbuatan bejatnya telah berlangsung sejak tahun 2020, dimana tanggal 20 November 2020 sekitar pukul 18.00 WIT pelaku mendapat shift malam dan memandikan anak kecil yang tidak tahu mandi sendiri, lalu melancarkan aksinya.

Selain itu, juga membawa korban lain berusia 12 tahun ke kamar mandi dan melakukan hal yang sama dengan memaksa untuk membuka baju dan celana hingga menciumi bibirnya, tetapi korban menolak sampai akhirnya disuruh kembali mengenakan baju dan celananya.

Tanggal 27 November 2020, saat sift malam dan saat itu juga pelaku melakukan hal yang sama ke korban lainnya dengan modus yang sama.

“Pelaku berusia 30 tahun dan sudah kami amankan. Perbuatannya ini melanggar pasal perlindungan anak,” kata AKP Hermanto, Jumat (12/3/2021).

Menanggapi hal ini, Ketua YPMAK, Vebian Magal mengaku belum menerima laporan resmi atas peristiwa ini. Namun, diharapkan agar pihak kepolisian mengusut tuntas hingga pelaku dipenjarakan.

“Saya sangat mengutuk kejadian ini. Pelaku harus dihukum,” ungkap Vebian saat dihubungi via telepon. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar