1 Januari Hingga 30 Maret 2021, Kantor Pertanahan Bantu PAD Mimika Rp 2,2 M

Bagikan Bagikan
Suasana pelayanan di Kantor Pertanahan Kabupaten Mimika (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Sejak tanggal 1 Januari hingga 30 Maret 2021 Kantor Pertanahan Kabupaten Mimika telah membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 2,2 milar dari Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) atau peralihan hak.

Demikian diungkapkan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Mimika, Pantoan K.P.H Tambunan,S.ST, saat ditemui Salam Papua di ruang kerjanya, Selasa (30/3/2021).

Ia mengatakan, BPHTB diperoleh dari setiap transaksi peralihan hak atas tanah, jadi setiap orang yang melakukan peralihan tersebut dikenakan BPHTB.

“Itulah yang sebenarnya masuk ke Badan Pendapatan Daerah. Jadi nilai BPHTB yang diberikan ke PAD sejak 1 Januari sampai 30 Maret 2021 sebesar Rp 2.211.871.168,” tuturnya.

Menurut dia, target BPHTB bukan dari Kantor Pertanahan tapi dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), hanya saja dari layanan yang dilakukan Kantor Pertanahan dampaknya ke PAD.

“Jadi dari pelayanannya kami impactnya banyak, nilainya banyak berkembang ke mana-mana,” kata Pantoan.

Sementra itu untuk target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada tahun 2021 ini sebesar Rp 1.579.700.000.  Sejak Januari sampai Maret sudah mencapai Rp 286.078.764.

“Jadi  target tahun ini untuk layanan pengukuran Rp 689.000.000, layanan pemeliharaan dan pendaftaran atas tanah Rp 781.050.000, pendataan bidang tanah Rp 34.650.000, dan pengadaan tanah terkhusus informasi nilai tanah Rp 75.000.000,” terangnya.

Akan tetapi kemungkinan besar target ini akan direvisi tambahan atau menjadi lebih besar pada pertengahan tahun.

“Jadi kemungkinan besar target berubah di pertengahan tahun menjadi Rp 2 miliar lebih, karena di Kabupaten Mimika realisasi penerimaan satu tahun rata-rata di atas Rp 2 miliar,” ujarnya.

Dia menyebutkan pada tahun 2020 lalu, target PNBP sebesar Rp 1.261.800.000 namun dilakukan dua kali revisi tambahan sehingga target mencapai Rp 1.991.800.000.

“Sementara pencapaiannya sebesar Rp 2.411.000.000,” sebutnya.

Menurutnya, pihaknya sudah menyusun estimasi penerimaan tahun 2022 dengan memandang data pencapaian 2020.

“Jadi melihat data yang ada dan kondisi lapangan estimasi penerimaan PNBP pada 2022 Rp 2.537.000.000,” tuturnya.

Pantoan mengatakan, ada berbagai upaya untuk mencapai target PNBP yang sudah mulai dilakukan beberapa tahun sebelumnya yakni pembenahan pelayanan internal.

“Yang paling nyata itu kami mengoptimalkan peranan loket, jadi setiap pengunjung yang datang dia tahu arahnya ke mana,” ungkapnya.

Upaya lain yang dilakukan, lanjut dia, dalam pelayanan berusaha semaksimal mungkin mengikuti standar operasional yang ditetapkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Kemudian upaya lain yakni penyuluhan yang dilakukan petugas Kantor Pertanahan Kabupaten Mimika sejak Januari hingga Maret di Kelurahan Timika Indah, Inauga, dan Kelurahan Pasar Sentral.

“Setelah penyuluhan di kantor kelurahan, petugas turun ke setiap rumah warga mnyukseskan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap, ini sebagai upaya meningkatkan pendapatan,” terangnya.

Pantauan Salam Papua, setiap pengunjung mendapatkan pelayanan yang prima di loket pelayanan Kantor Pertanahan Kabupaten Mimika.

Setiap pengujung diarahkan oleh petugas dari TNI-Polri agar memencet mesin untuk mendapatkan nomor antrian tergantung dari pelayanan yang dibutuhkan pengunjung. Semua keterangan tertera di mesin tersebut.

Setalah mengambil nomor antrian, pengunjung antri dengan tertib di kursi yang telah disediakan dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Petugas yang melayani di loketpun nampak ramah dan pelayanan dilakukan dengan cepat. (YOSEFINA)

Judul dan Isi berita ini diubah atas permintaan narasumber

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar