Aktivitas Sekolah Taruna Papua Tidak Dihentikan Pasca Adanya Pelecehan Seksual

Bagikan Bagikan

Vebian Magal saat menerima kedatangan orang tua dan keluarga korban di halaman kantor YPMAK jalan Yos Sudarso (Foto-SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA)
– Direktur YPMAK, Vebian Magal mengatakan bahwa aktivitas pendidikan di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) tidak akan dihentikan, tetapi tetap berjalan.

Proses pendidikan di STAP terus nerjalan mengingat anak-anak saat ini sementara mempersiapkan diri menghadapi ujian. Dengan demikian, aspirasi dari orang tua ataupun keluarga korban kekerasan dan pelecehan seksual tidak bisa dikabulkan dan aktivitas tetap berjalan seperti biasa dengan mengikuti koridor lembaga.

“Aktivitas pendidikan di SATP tetap dilakukan seperti biasa dan tidak dihentikan sementara, karena anak-anak sementara mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian,” kata Vebian, Senin (15/3/2021).

Menanggapi aksi damai yang dilakukan masyarakat, ia menilai bahwa  yang datang ke YPMAK itu bukan untuk demo, tetapi mereka datang mengingat jumlah anak-anak yang ada di SATP itu hampir 1000, sehingga begitu terjadi kekerasan dan pelecehan seksual kepada puluhan anak,maka memicu keprihatinan orang tua.

“Saya menganggap masyarakat yang datang ke YPMAK adalah kelompok yang peduli terhadap situasi yang dihadapi oleh anak-anak yang dilakukan oleh oknum pembina,” ujarnya.

Mereka datang dengan beberapa poin yaitu menginkan agar YPMAK tidak boleh lagi kerjasama dengan Yayasan Lokon yang saat ini mengelola SATP. YPMAK dan Yayasan Lokon harus mendatangkan tenaga konseler lalu mendampingi puluhan anak agar memulihkan trauma yang dihadapi.

Menginginkan kelanjutan proses hukum bagi pelaku dan mengharapkan agar seadil-adilnya secara terbuka menjatuhkan hukuman seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya.

“Ada lima poin tuntutan yang mereka sampaikan. Kami di YPMAK intinya menerima aspirasi masyarakat dan bukan memutuskan. Sebentar pukul 15.00 WIT (Kemarin Red) akan lanjut rapat bersama pembina,pengawas dan pengurus secara struktur, sehingga aspirasi itu nantinya akan saya sampaikan kepada Pembina dan pengurus. Keputusannya ada pada pengawas dan pembina. Saya sebagai pelaksana harian akan teruskan aspirasi tadi kepada pembina dan pengawas. Rapat sore ini adalah pembina, pengawas dan pengurus itu dari YPMAK, sedangkan yayasan Lokon tidak terlibat, karena keputusan lanjut atau tidak itu ada di tangan YPMAK,” ujarnya.

Setelah adanya kasus ini, koordinasi antar YPMAK dan Yayasan Lokon selalu aktif dan Yayasan Lokon juga sangat kooperatif memberikan keterangan dan melihat anak-anak yang menjadi korban.

“ Intinya tidak ada saling mengyalahkan atas persoalan ini. Inikan tindakan yang dilakuka oleh individu dan bukan tindakan instansi,makanya kami kooperatif untuk proses hukum terhadap pelaku atas perbuatannya. Terbukti saat ini pelakunya sudah ditahan dan Ketua Yayasan Lokon, Pak Andi juga datang memberikan keterangan ke Kepolisian,” katanya.

Langkah yang diambil YPMAK adalah membahas aspirasi yang telah diserahkan keluarga para korban. Namun, langkah-langkahnya belum bisa diputuskan sekarang sebelum adanya rapat mengingat YPMAK tetapkan kolektif kolegial, dalam hal ini, akan ditentukan dengan keputusan bersama. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar