Anggota DPRD Dapil V Mimika Reses ke Tsinga, Jaring Banyak Permintaan Warga

Bagikan Bagikan
Anggota DPRD Mimika, Aloisius Paerong dan Anthon Bukaleng menyerahkan bantuan kepada perwakilan masyarakat Tsinga (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Anggota DPRD Mimika daerah pemilihan (Dapil) V melaksanakan reses ke Tsinga Distrik Tembagapura, Rabu (31/3/2021).

Untuk diketahui, anggota dewan hasil pemilihan warga Dapil V Kabupaten Mimika adalah Aleks Tsenawatme, Nataniel Murib, Sasiel Abugau, Anton Bukaleng, Alosius Paerong dan Ancelina Beanal.

Namun pantauan Salam Papua, dikarenakan beberapa anggota dewan lainnya berhalangan, reses kali ini ke Tsinga hanya diikuti oleh dua anggota DPRD yakni Anthon Bukaleng dan Aloisius Paerong.

Kedatangan dua anggota dewan ini disambut hangat masyarakat kampung Tsinga, guru dan anak-anak SDN Bebilawak. Selain menjaring aspirasi dua anggota dewan ini juga memberikan bantuan bahan makanan bagi masyarakat Tsinga.

Banyak aspirasi yang diterima dari masyarakat yakni permintaan penambahan ruang kelas dan WC umum SDN Bebilawak, status guru honor untuk diangkat menjadi PNS, Pemkab Mimika melalui Dinkes diminta menugaskan tenaga kesehatan untuk melayani masyarakat di Pustu Tsinga,  pambangunan Jembatan Kogubarama dan jembatan Kenkine, pengaktifan kembali subsidi transportasi udara bagi masyarakat serta pembangunan gereja.

Usai menerima aspirasi, Anggota DPRD Mimika, Aloisius Paerong mengatakan bahwa sangat disyukuri saat ini bisa mengunjungi warga Tsinga dan mendengarkan aspirasinya. Keluhan atau aspirasi terkait kebutuhan, sekolah, kesehatan, gereja dan infrastruktur berupa jembatan akan menjadi catatan bagi DPRD untuk selanjutnya didorong ke dinas-dinas terkait.

“Untuk SDN itu butuh tambahan ruang kelas, karena jumlah murid yang sekarang tidak sebanding dengan ruang kelasnya. Begitu juga WC umum perlu dilengkapi supaya ada proses belajar mengajar yang nyaman dan sehat. Sesuai yang disampaikan, di sana ada Pustu, tetapi tidak ada petugas kesehatan. Mereka juga harapkan adanya subsidi transportasi untuk mobilisasi mereka. Ada juga permintaan pembangun gereja, karena lahannya sudah siap tapi belum ada bantuan pembangunannya. Guru-guru juga berharap supaya merkea bisa diangkat jadi PNS. Bapak pendeta juga minta supaya ada pembangunan dua jembatan di sana yang sudah rusak,” kata Aloisius.

Aspirasi warga Tsinga menurut dia, hampir sama dengan aspirasi dari masyarakat di kampung lainnya saat reses sebelumnya.

“Kita berharap eksekutif dan legislatif betul-betul memperhatikan kebutuhan masyarakat yang ada di pegunungan yang selama ini terisolir, karena keterbatasan dan medan yang berat,” ujarnya.

Sedangkan Anthon Bukaleng mengatakan, aspirasi masyarakat Tsinga tentunya akan dibahas bersama Pemkab Mimika. Dalam hal ini, diharapkan Pemkab Mimika harus memperhatikan semua aspirasi masyarakat yang telah disampaikan melalui dewan.

Berdasarkan reses sebelumnya, banyak aspirasi masyarakat Dapil V yang belum terealisasi. Demikian juga halnya dengan pokok pikiran (Pokir) dewan.

“Reses sudah kami lakukan berkali-kali di dapil V seperti di Banti, Aroanop termasuk di Tsinga. Banyak aspirasi yang sudah disampaikan, tapi sedikitpun belum terjawab sampai saat ini. Dewan siap mendorong aspirasi itu dan Pemkab Mimika harus jawab,” tutur Anthon.

Aspirasi masyarakat Tsinga selain disampaikan secara lisan, juga disampaikan secara tertulis dalam bentuk proposal dengan harapan anggota DPRD bisa memberikan langsung ke Bupati Mimika, Eltinus Omaleng. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar