Angka Kemiskinan di Mimika Menurun, Tapi Pengangguran Meningkat

Bagikan Bagikan
Kepala BPS Mimika, Trisno L Tamanampo (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika, Trisno L Tamanampo, pada Sabtu (27/3/2021), mengungkapkan angka kemiskinan di Mimika terus mengalami penurunan.

Presentase angka kemiskinan Kabupaten Mimika tahun 2020 sebesar 14,26 persen, namun angka ini kata Trisno menurun jika dibandingkan dengan angka kemiskinan Kabupaten Mimika pada  tahun 2019 yakni sebesar 14,54 persen.

Adapula data yang diperoleh dari Mimika dalam angka sejak tahun 2013 hingga tahun 2020, angka kemiskinan terus mengalami penurunan. Di mana pada tahun 2013 angka kemiskinan di Mimika mencapai 20,37 persen, tahun 2014: 16,11 persen, tahun 2015: 16,20 persen, tahun 2016: 14,72 persen, tahun 2017: 14,89 persen, tahun 2018: 14,55 persen, tahun 2019: 14,54 persen dan tahun 2020: 14,26 persen.

Dia mengungkapkan, faktor utama yang mempengaruhi kemiskinan adalah ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar (makan, minum, pakaian) termasuk pendapatan minimum setiap bulan per kapita.

"Untuk Kabupaten Mimika di tahun 2020, pendapatan minimum perkapita sebesar Rp. 870.355. Jadi kalau dalam satu rumah lebih dari 5 kepala atau orang, dan penghasilan kepala keluarganya hanya 3 juta maka itu masuk dalam kategori miskin, karena dengan pendapatan begitu juga berdampak pada kebutuhan makan dan pakaian," ungkap Trisno.

Menurunnya angka kemiskinan itu, berbanding terbalik dengan angka pengangguran di Mimika yang terus meningkat.

Dia menyebutkan, angka pengangguran di Kabupaten Mimika tahun 2020 sebanyak 8,46 persen atau setara dengan 7.914 orang dari 159.913 jumlah angkatan kerja.

Jumlah ini kata Dia, lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 yang hanya 7, 51 persen. Pandemi covid-19 menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya angka pengangguran di Mimika. 

"Situasi saat ini  membuat  banyak lapangan kerja hilang, dimana banyak orang mengurungkan niatnya untuk membangun, sehingga banyak tukang bangunan yang paling kena dampaknya," ujarnya.

Adapula tingkat pengangguran menurut tingkat pendidikan, Sekolah dasar sebanyak 1.291 orang atau 96,08 persen, tingkat SMP sebanyak 766 atau 93,42 persen, tingkat SMA/SLTA sebanyak  4.278 atau 90,62 persen dan tingkat Perguruan Tinggi atau Sarjana, 1.572  orang atau 85,94 persen. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar