Bentrok Antar Warga, Intelektual Kamoro Kutuk Dugaan Adanya Korban Penembakan, Wabup Mimika: Stop Konsumsi Miras!

Bagikan Bagikan

Pemkab Mimika dan Pihak Keamanan Saat Bertemu Keluarga Korban Penembakan di Area Poumako Distrik Miktim (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) – Intelektual sekaligus perwakilan tokoh masyarakat suku Kamoro, Leo Timuka  mengutuk keras laporan dugaan adanya warga yang menjadi korban penembakan saat terjadi bentrok warga di RT 11 kampung Poumako Distrik Mimika Timur sekitar pukul 20.00 WIT, (7/3/2021).

Menurut Leo, masyarakat sebetulnya tidak bisa menerima penembakan terjadi lagi, tetapi faktanya sudah sering terjadi dan saat ini pun terjadi lagi. Padahal senjata diberikan negara untuk melindungi masyarakatnya.

“Saya mengutuk hal ini, karena penembakan ini sesuatu yang tidak benar. Dimana senjata yang diberikan negara itu tidak boleh dipakai untuk menembak masyarakatnya sendiri,” ungkap Leo, Senin (8/3/2021).

Ia pun mengaku marah kepada anak-anak di sana, karena mereka mengonsumsi Miras makanya terjadi kembali situasi seperti itu.

Namun ketika anak-anak ini minum Miras dan kemudian ada orang yang sabar menghadapi mereka dengan komunikasi yang baik, maka tidak akan terjadi persoalan seperti yang saat ini. Akan tetapi karena yang melerai dengan tidak sabar dan yang lainnya juga dipengaruhi minuman beralkohol, akhirnya terjadilah situasi ini.

“Kita harus antisipasi agar masalah ini tidak berkembang merambah ke suku dan yang lainnya. Ini tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Dengan peristiwa ini, ia mengharapkan agar pelaku harus ditangkap dan diadili. Demikian juga semua palaku yang menimbulkan pertikaian ini harus ditahan, sehingga memastikan apa alasan terjadinya kondisi ini.

Penanganan masalah itu tidak boleh dilakukan dengan kekerasan, karena masyarakat yang bermasalah adalah masyarakat Indonesia. Pendekatan yang baik itu, agar tidak ada persepsi di tengah masyarakat bahwa senjata yang ada adalah untuk menembak masyarakat sendiri.

Diharapkan agar setiap pimpinan kesatuan itu harus memastikan bahwa anak buahnya tidak  sembarangan keluarkan peluru dan menembak.

“Baik TNI maupun Polri harus selesaikan masalah itu. Mabuk, memukul, menembak atau membunuh itu seharusnya tidak terjadi. Ini masyarakat kita atau masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Setiap persoalan di Papua itu dipicu Miras dan telah berkali-kali berteriak agar Miras itu ditiadakan. Namun, hingga saat ini masih ada baik yang modern ataupun yang tradisional.

Di sisi lain, persoalan Miras itu dikembalikan ke masyarakat itu sendiri bahwa masyarakat harus sadar apa manfaatnya mengonsumsi Miras.

“Kita harus selesaikan bersama, karena kalau Miras itu masih ada, maka keinginan masyarakat untuk minum akan selalu ada. Kalau sudah minum, maka akan mengganggu keamanan,” katanya.

Karena itu, seharusnya Miras itu ditiadakan, sehingga aktivitas sosial bisa berjalan dengan baik tanpa harus takut adanya orang mabuk, adanya pemalangan, pencurian dan kejahatan lainnya.

“Dihilangkan saja (Miras itu). Kalau itu alasannya PAD tidak seberapa. Kita bisa berkreativitas dengan hal lainnya seperti peningkatan UMKM dan yang lainnya,” tutupnya.

Di samping itu, Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM geram dan meminta kepada masyarakat dan semua elemen yang ada di wilayah Distrik Mimika Timur untuk mengawasi peredaran Miras.

Jika ada oknum aparat keamanan yang terlibat dalam peredaran Miras ini, dirinya memastikan akan menindak secara tegas. Ia pun meminta kepada masyarakat untuk melaporkan secara berkala jika ada oknum anggota yang terlibat dalam peredaran Miras, termasuk masyarakat atau pengusaha yang menjual.

“Ada aparat yang bermain dalam peredaran Miras ini kita akan usut tuntas, dan kios yang menjual Miras kita akan tutup dan cabut izin usahanya. Kepada masyarakat kalian stop konsumsi Miras,” tegas Wabup John, Senin (8/3/2021).

Dia mengatakan, di area sekitar depan pertamina arah Poumako selalu ada oknum atau masyarakat yang mabuk, dan bahkan dirinya mengaku pernah dipalang masyarakat yang dengan keadaan mabuk parah di lokasi  tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan Dandim 1710/ Mimika, Letkol Inf. Yoga Cahya Prasetya. Dia memastikan masyarakat atau siapapun yang menjual Miras sepanjang jalan poros Mapurujaya hingga Poumako akan langsung ditangkap.

“Apalagi kalau ada anggota yang terlibat jual Miras, saya pastikan akan beri tindakan tegas,” ungkap Dandim.

Sementara itu, Tokoh Agama, Pastor Didimus Kosai,OFM juga meminta agar pemerintah dan pihak keamanan untuk bisa memberantas Miras yang selalu memicu adanya konflik dan kekerasan di wilayah Poumako.

“Kami minta dengan hormat tolong berantas Miras. Jika tidak diberantas maka kejadian seperti ini akan terus terjadi,” kata pastor Didi. (Acik/Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar