Berikut Kronologis Peristiwa Bentrok di Poumako Mimika, Polisi Amankan Lima Pelaku

Bagikan Bagikan
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Dari hasil interogasi, pihak Polres Mimika berhasil mengamankan lima orang sebagai terlapor atau pelaku penyebab terjadinya bentrokan di Poumako sekitar pukul 20.00 WIT tanggal 7 Maret lalu.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto mengatakan, lima orang tersebut berinisial AR sebagai sopir mobil depot, IH yang bersamaan dengan AR dalam mobil depot, EI, DL dan AS yang melakukan pengeroyokan terhadap Soter (korban).

“AR melakukan pemukulan kepada korban sebanyak tujuh kali (di TKP sebanyak satu kali, di kompleks Pertamina enam kali). IH pukul korban lima kali (satu kali di TKP/pelabuhan, satu kali di depot, tiga kali di depan pertamina). EI memukul korban sebanyak tujuh kali (di depot air sebanyak satu kali, depan Pertamina enam kali). AS memukul korban tiga kali, tepatnya di rawa-rawa di depan Pertamina. DL memukul korban tiga kali menggunakan tongkat  baseball (di depot air satu kali dan di rawa-rawa Pertamina dua kali),” kata AKP Hermanto di ruang kerjanya di kantor Pelayanan Polres Mimika, jalan Cendrawasih, Selasa (9/3/2021).

Korban telah membuat LP dan tongkat Baseball dijadikan barang bukti. Haji pemilik depot telah dievakuasi saat kejadian lantaran tidak bisa keluar, tetapi tidak tersangkut dalam pokok persoalannya. Hingga saat inipun belum ada laporan terkait adanya pengerusakan terhadap mobil depot tersebut.

“Nanti kami koordinasikan ke Polpos Poumako untuk persoalan adanya kerusakan mobil depot. Kami belum tahu adanya kerusakan mobil depot,” ungkapnya.

Dia menjelaskan kronologis peristiwanya, awal mula kejadiannya bahwa saat itu IH bersama sopirnya atas nama AR sementara mengantar air di sekitar pelabuhan Poumako dari depot Cahaya Sidrap. Kemudian, tepat di pertigaan keluar pelabuhan Poumako korban datang memberhentikan mobil yang dikendarai oleh AR dan korban menawarkan diri untuk menumpang ke Timika. Namun, lantaran AR menjawab belum saatnya ke Timika, maka korban menendang bak belakang mobil sebelah kiri, sehingga AR pun turun dari mobilnya dan bertanya alasan pelaku menendang mobilnya. Seketika itu juga korban memukul AR, sehingga AR juga balik memukulnya.

Selain AR, IH juga ikut memukul korban pada bagian perut, sehingga terjadilah adu mulut di antara ketiganya.

Tidak berhenti di situ, IH dan AR kembali ke depot dan menceritakan kepada seseorang berinisial AS bahwa ada masalah yang dialaminya di pelabuhan. Berselang beberapa waktu korban datang ke depot bersama kedua temannya yang tidak diketahui identitasnya.

Melihat kedatangan korban dan rekannya, IH dan AS menanyakan apa alasan pelaku melakukan hal itu kepada rekannya. Saat itu pun tiba-tiba korban dipukul oleh EI pada bagian muka, sehingga korbanpun lari dan dikejar oleh AS, EI, IH, AI dan DL dan korban kembali dipukul hingga tersungkur dan meminta tolong di dalam kompleks pertamina. Sementara enam orang yang memukulinya langsung kembali ke depot air.

Namun, selang beberapa waktu kemudian korban bersama masyarakatnya mendatangi depot air untuk mencari para pelaku, sehingga para pelaku pun melarikan diri ke dalam hutan.

“Itu menurut keterangan IH. Korban berhentikan mobil IH dan RA dan korban tanya ke AR apakah sudah mau naik ke Timika atau belum? Lalu AR jawab belum, karena masih mengantar air di sekitaran pelabuhan. Dengar jawaban itu, korban langsung menendang bak mobil bagian kiri dan terjadilah masalah itu,” ujarnya.

Menurut dia, tidak masalah jika dari pihak pelaku melaporkan kembali tindakan pelaku sehingga terjadi pengeroyokan.

Korban saat ini telah dipulangkan dari RSUD.

“Tidak masalah kalau ada laporan balik. Kita akan terima, karena ada sebab pasti ada akibatnya. Keterangan yang kami dapat, si siter itu di bawah pengaruh minuman (keras). Makanya membias dengan bahasa terkait adanya minuman lokal (Milo) di daerah itu. Entah kios mana yang menjual, kita juga belum tahu,” tuturnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar