Bertahun-Tahun, 280 PNS di Mimika Tidak Jalankan Tugas

Bagikan Bagikan

Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemkab Mimika. (Foto-SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA)
-  Bupati Mimika, Eltinus Omaleng  mengungkapkan selama bertahun-tahun sebanyak 280 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Mimika tidak menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. 

Hal itu di ungkapkan Bupati Omaleng dalam apel pagi yang dilaksanakan pada Rabu (17/3/2021) di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika. Omaleng menyampaikan 280 PNS itu tidak menjalankan tugasnya sudah sejak lama bahkan mencapai bebetapa tahun. 

"Mereka tidur bangun dengan santai dan tidak pernah melaksanakan tugasnya sebagai ASN, " ungkap Omaleng. 

Geram, Bupati Omaleng memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika  untuk melakukan pemanggilan terhadap 280 PNS tersebut dan jika tidak memenuhi panggilan maka segera dilakukan pemecatan tidak dengan hormat. 

Sementara itu Sekda Mimika, Michael Gomar mengatakan  akan melakukan pemanggilan terhadap 280 PNS tersebut. 

"Kita akan melakukan komunikasi dengan mereka, baik secara langsung atau tidak langsung, jika itu tidak direspon, kita akan layangkan surat pemanggilan pertama dan itu tidak ditanggapi hingga surat ketiga atau tidak ada kooperatif dari mereka maka pimpinan wajib mengeluarkan surat memberhentikan mereka tidak dengan hormat, " ujar Michael kepada wartawa.n. 

280 PNS tersebut memiliki jabatan penting di pemerintahan, namun  tugas dan tanggungjawabnya tidak dilaksanakan. 

"Status kepegawaiannya mereka masih aktif di Mimika tetapi melakukan tugas diluar  daerah, entah mereka itu sedang menjalankan tugas di luar daerah atau tugas peribadi dan ini sudah berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun," kata Michael. 

280 PNS yang tidak menjalankan tugas tersebut diketahui pada saat tim melakukan verifikasi terhadap seluruh aparatur sipil negara di Pemkab Mimika pada tahun 2019, dan mereka diketahui tidak pernah menjalankan tugasnya. 

Sejak itu kata Michael apa yang menjadi hak mereka  telah di blokir, namun pemerintah masih berinisiatif untuk melakukan pemanggilan, jika tidak mengindahkan panggilan tesebut maka akan diberhentikan dengan tidak hormat. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar