Bupati Mimika Benarkan Pengawasan Covid-19 di Tahun 2021 Tidak Dianggarkan

Bagikan Bagikan

Situasi  dalam rapat evaluasi pencegahan,  pengendalian dan penanganan covid-19  adaptasi kebiasaan baru Kabupaten Mimika. (Foto-SAPA/Jefri) 

SAPA (TIMIKA)
-  Masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) covid-19, aktivitas masyarakat di Mimika berjalan seperti biasa tanpa ada pengawasan. Hal demikian diungkapkan Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Mimika, Syahrial dalam rapat evaluasi pencegahan,  pengendalian dan penanganan covid-19 AKB, Senin (15/3/2021). 

Tidak ada pengawasan, Syahrial mengatakan karena tidak ada dana pendukung,  sehingga tidak ada tim yang melakukan pengawasan di jalan untuk mengingatkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. 

"Pengawasan sangat penting, yang mana itu untuk  mengingatkan agar tetap menerapkan 3 M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) dan ini yang belum dilakukan,  kesulitan kita dalam mengendalikan pengawasan  adalah soal dana. Minimal untuk pergerakan petugas harus ada operasional untuk makan minum, " ujarnya. 

Kini kata Syahrial masyarakat beraktivitas seperti biasa dan tanpa pengawasan. 

Bupati Mimika, selaku ketua Satgas Covid-19 juga membenarkan bahwa penanganan covid-19 tahun 2021 tidak ada anggaran. 

"Memang kita tidak ada anggaran, seharusnya sudah dianggarkan pada masing-masing OPD teknis, sehingga setiap OPD yang bertanggung jawab, tapi itu tidak dilakukan.  Kita tidak bisa anggarkan  besar- besaran lagi, " ungkap Bupati Omaleng. 

Ia perintahkan OPD teknis segera mencatat kebutuhan untuk di akomodir dalam APBD Perubahan. 

Sementara menurut Ketua DPRD Mimika, Robby K. Omaleng pencegahan melalui pengawasan yang memang harus ditekan, sehingga mau tidak mau harus ada anggaran untuk pengawasan. 

Wakapolres Mimika, Kompol Sarajju dalam kesempatan tersebut menambahkan, evaluasi berkelanjutan terhadap penyebaran covid-19 harus terus dilakukan serta pengawasan, sebab kasus di Mimika cukup tinggi, pengawasan dapat dilakukan sehingga perilaku masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dapat dilakukan. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar