Bupati Mimika Buka Pelatihan Hukum Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial di Mimika

Bagikan Bagikan
Situasi kegiatan pelatihan hukum ketenagakerjaan dan hubungan industrial di Mimika tahun 2021 (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) – Bupati Mimika, Eltinus Omaleng,SE,MH membuka secara resmi pelatihan hukum ketenagakerjaan dan hubungan industrial yang diselenggarakan di Hotel Horison Diana Timika, Senin (8/3/2021).

Kegiatan atas kerjasama Pemkab Mimika, Kementerian Ketenagakerjaan RI dan PT. Handal Cipta Sarana ini juga dihadiri oleh Plt. Dirjen PHI dan Jamsos Kementerian Ketenagakerjaan RI, Tri Retno Isnaningsih.

Dalam sambutannya, Bupati Omaleng mengatakan bahwa hubungan industrial merupakan hubungan proses produksi barang maupun jasa yaitu pengusaha pekerja dan pemerintah. Hubungan industrial ini bertujuan untuk menciptakan hubungan yang serasi, harmonis dan dinamis antar pelaku proses produksi tersebut.

"Oleh karena itu masing-masing pelaku produksi tersebut melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing dengan baik. Peran pekerja adalah pelaksana pekerjaan sesuai kewajibannya, menjaga ketertiban demi kelangsungan produksi, penyaluran aspirasi secara demokrasi serta ikut memajukan perusahaan dan memperjuangkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya,” katanya.

Bupati Omaleng mengungkapkan, peran pengusaha adalah menciptakan kemitraan, membangun usaha dan memperluas lapangan kerja. Sedangkan peran Pemerintah adalah menetapkan kebijakan, memberikan pelayanan, pengawasan dan penindakan serta penanganan dengan terciptanya hubungan industrial yang serasi, aman dan harmonis, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktifitas kerja, dengan demikian perusahaan akan dapat tumbuh dan berkembang serta kesejahteraan pekerja dapat di tingkatkan.

Dia berharap dengan adanya pelatihan tersebut nantinya dapat menciptakan SDM hubungan industrial yang unggul, sehingga dapat menjaga hubungan industrial di perusahaan yang harmonis, dinamis dan berkeadilan serta menciptakan iklim ketenagakerjaan di Kabupaten Mimika menjadi kondusif.

"Para peserta diharapkan mampu menjadi pionir dan pemimpin yang visioner agar dapat mengantisipasi terjadinya perselisihan antara pekerja dan pengusaha di perusahaan masing-masing," ujarnya.

Plt. Dirjen PHI dan Jamsos Kementerian Ketenagakerjaan RI, Tri Retno Isnaningsih menambahkan bahwa hubungan industrial yang baik adalah hubungan dimana di dalam pelaksanaannya masing-masing pemilik peran yaitu pengusaha, pemerintah dan pekerja harus memiliki dinamika yang selalu bergerak.

Pihak Kementerian Ketenagakerjaan meminta agar masalah ketenagakerjaan yang terjadi selama ini bisa diselesaikan secara baik.

Menurut Retno, minimnya masalah dan cepatnya penyelesaian masalah ketenagakerjaan akan membuat Kabupaten Mimika nantinya sebagai daerah percontohan.

"Apabila masalah ketenagakerjaan dapat diselesaikan dengan baik maka masuknya investasi semakin baik. Sehingga akan mengurangi angka pengangguran yang ada saat ini," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Mimika, Paulus Yanengga menyampaikan, pelatihan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk meminimalisir terjadinya perselisihan antara pihak perusahaan dan para karyawannya.

Kegiatan tersebut akan dilakukan selama tiga hari dengan jumlah peserta sebanyak 74 orang, yang terdiri dari utusan 27 perusahaan dan 4 serikat pekerja di Mimika.

Dijelaskan, di Kabupaten Mimika, jumlah perusahaan yang terdaftar pada Disnaker Mimika sebanyak 200 perusahaan, dengan jumlah tenaga kerja terhitung di tahun 2020 sebanyak 30.464 orang, sementara jumlah pencari kerja sebanyak 6.635 orang.

Jumlah Tenaga kerja asing (TKA) yang terdaftar sebanyak 208 orang dengan kontribusi TKA sebesar Rp 3,8 Miliar. Angka ini berkurang dari tahun sebelumnya.

Sedangkan jumlah kasus perselisihan  yang ditangani Disnaker Mimika selama tahun 2020 sebanyak 52 kasus. Namun menurut Yanengga jumlah ini berkurang, yang mungkin karena adanya  pandemi  covid-19.

“Pelatihan Hukum Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial di Kabupaten Mimika tahun 2021 ini sebagai jawaban untuk mengurangi perselisihan tersebut,” ujar Yanengga. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar