Calon Jemaah Haji di Timika Diharap ‘Legowo’ Jika Ada Pembatalan dari Pemerintah

Bagikan Bagikan
Muhammad Hatta, S.Ag (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Calon jemaah haji di Timika diharapkan ‘legowo’ jika ada pembatalan keberangkatan pada tahun 2021 ini dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Agama, apabila pihak Arab Saudi masih menutup pintu bagi jemaah haji dari Indonesia dan negara-negara lain.

“Kami mengimbau kepada 265 calon jemaah haji agar tetap bersabar menunggu keputusan terbaik.  Kalau Pemerintah Arab Saudi belum membuka pintu bagi calon jemaah haji seperti tahun lalu berarti kita harus legowo, harus ikhlas menerima karena ini ketentuan Tuhan,” kata Muhammad Hatta, S. Ag, Penyelenggara Haji dan Umroh, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika saat ditemui Salam Papua di ruang kerjanya, Rabu (24/3/2021).

Namun, kata dia, pemerintah masih ada pilihan lain agar 251 ribu calon jemaah haji di seluruh Indonesia bisa berangkat pada tanggal 15 Juni mendatang.

“Jadi pemerintah ada opsi lain, memberangkatkan seluruh jemaah haji di Indonesia dengan ada pembatasan usia. Jadi yang boleh berangkat hanya yang berusai 18 sampai 60 tahun saja,” kata Muhammad.

Meskipun belum ada kepastian keberangkatan calon jemaah haji, namun pihaknya tetap melakukan berbagai persiapan sesuai regulasi yang ada.

“Persiapan sudah jalan terus, tanggal 31 Maret ini 1.047 calon jemaah haji di seluruh Provinsi Papua akan divaksin COVID-19. Kalau vaksin meningitis sudah dilakukan tahun lalu. Pemberian vaksin di Timika rencananya di Kantor Kemenag, karena tahun lalu vaksin meningitis juga dilakukan di sini,” terangnya.

Menurut dia, untuk 265 calon jemaah haji dari Mimika, 24 di antaranya sudah lanjut usia (Lansia), jadi mereka perlu satu pendamping dari anggota keluarga.

“Pendamping dari 24 Lansia sudah masuk dalam 265 orang ini,” ujarnya.

Ia menyebutkan salah satu proram yang dibuat oleh Kantor Kemenag Timika untuk menjaga kesehatan calon jemaah haji yakni senam bersama di pagar kuning dekat Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika.

“Jadi setiap hari Minggu semua calon jemaah haji datang senam, mereka bawa makanan dan air minum sendiri. Ini agar jemaah senantiasa sehat walafiat,” tuturnya.

Dijelaskan, jika calon jemaah haji jadi diberangkatkan, maka sesuai dengan arahan dari Kementerian Agama, calon jemaah haji wajib dikarantina selama 5 hari di Asrama Haji Antara.

“Kalau jemaah haji yang ada di Jayapura dan sekitarnya bisa karantina di Asrama Haji Antara di Jayapura, kalau yang di Timika nanti mungkin karantina di Makassar,” tuturnya.

Dikatakan semua calon jemaah haji di Timika yang rencananya berangkat tahun ini sudah mendaftar sejak tahun 2012 lalu. Biaya pendaftaran awal sebesar Rp 25 juta, sementara pelunasanya masih menunggu Keputusan Presiden Republik Indonesia.

“Jadi Komisi VIII DPR RI bersama dengan Kementerian Agama akan mensurvei lokasi di Arab Saudi, untuk mengetahui biaya hotel, biaya transportasi, makan minum dan lainnya. Setelah itu dirapatkan dalam satu musyawarah yang alot untuk menentukan harga. Setelah disetujui barulah diajukan ke Presiden untuk disetujui dan tertuang dalam Keputusan Presiden,” ujarnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar