GPdI se-Mimika Sambut Api Obor Pantekosta, “Kobarkan Api Pantekosta di Bumi Kamoro dan Tanah Amungsa”

Bagikan Bagikan
Penyerahan obor di pintu kedatangan di terminal baru bandara Mozes Kilangin Timika (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Ratusan jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Timika antusias pawai obor api Pantekosta dalam rangka menyambut HUT ke-100 (1921-2021) GPdI, yang mana GPdI masuk pertama kali pada tahun 1921 di Bali yang dibawa oleh dua hamba Tuhan yaitu Rev. Cornelius E. Groesbeck dan Rev. C. Van Klaveran.

Pantauan Salam Papua, pukul 11.30 WIT jemaat GPdI Timika mulai berdatangan di terminal baru bandara Mozes Kilangin di Jalan C. Heatubun guna menjemput obor yang didatangkan dari Kabupaten Jayapura. Selanjutnya sekitar pukul 12.30 WIT api obor disambut dengan tarian, pengalungan bunga, penyematan topi dan obor diserahkan kepada majelis wilayah Timika Baru dan majelis wilayah Kuala Tembagapura.

Dari terminal bandara baru, api obor diarak ke GPdI Smirna di jalan Perintis Timika Indah guna memberikan penghormatan kepada Almarhum Pdt. Melky Patiasina dan selanjutnya menuju GPdI Ebenezer Sempan dan menggelar ibadah syukur dengan tema “Kobarkan Api Pantekosta di Bumi Kamoro dan Tanah Amungsa”.

Wakil Sekretaris Majelis Daerah GPdI Papua, Pdt. Lukas Jafet Robert mengatakan, GPdi hadir pertama di Bali tahun 1921 dan mulai menyebar di seluruh Nusantara. Di Papua, GPdI hadir di tahun 1948 tepatnya di Sorong oleh Pdt. Yonathan Itar.

Kirab obor api Pantekosta ini telah berjalan di 31 provinsi dan Papua adalah Provinsi ke 32. Api obor ini telah ada 10 hari di Papua yaitu sejak tanggal 22 Februari sampai tanggal 3 Maret di Timika.  Setelah dari Timika, tanggal 4 Maret 2021 akan diantar dan diserahkan ke majelis daerah GPdI Nusa Tenggara Timur (NTT). Usai beberapa hari di NTT akan menuju ke NTB dan akhirnya kembali ke Bali dan akan merayakan puncak HUT tanggal 30 Maret 2021 di Bali.

“Yang hari ini dilaksanakan di Timika adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh majelis pusat GPdI dalam rangka memperingati 100 tahun GPdI. Api obor ini sudah keliling Papua mulai dari Merauke, Waropen, Nabire, Serui, Biak Sipori, Wamena dan terakhir di Timika,” kata Pdt. Lukas di Gereja GPdI sempan, Rabu (3/3/2021).

Kirab ini merupakan momentum kebangkitan gerakan GPdI se-Indonesia. Sebab obor ini melambangkan gerakan GPdI adalah gerakan karismatik dengan api yang melambangkan Roh Kudus. Itu berarti sesuai Firman Tuhan, bahwa kita harus mengandalkan kekuatan Roh Kudus.

Usai ibadah di GPdI Ebenezer Sempan, selanjutnya sekitar pukul 17.00 WIT, obor dikirabkan ke majelis  wilayah GPdI Kuala Tembagapura dan menggelar  ibadah syukuran  di gereja GPdI yang digembalakan oleh Pdt. Anthon Sadi di SP3.

“GPdI di Timika ini ada dua Klasis yaitu Klasis Mimika Timur Baru dan Klasis Kuala Tembagapura. Jadi sebentar jam lima sore dikirabkan ke Klasis Kuala Tembagapura dan ibadah syukuran juga dilaksanakan di SP3,” katanya.

Lebih lanjut diharapkan dengan adanya kirab obor 100 tahun GPdI ini maka bisa membangkitkan semangat jemaat yang ada di setiap Klasis agar tetap beribadah, tetap setia dan mengandalkan kekuatan Roh Kudus.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Bendahara Bidang Kesejahteraan Hamba Tuhan Majelis Daerah GPdI Papua, Pdt. Abraham D. Manurung.

Pdt. Abraham mengatakan bahwa kirab api obor ini patut disyukuri karena obor Pantekosta ini 100 tahun masuk di Indonesia. Yang bermula dari Bali, Jawa, Sulawesi, Maluku hingga ke Papua.

“GPdI di Papua sudah masuk 73 tahun. Di kabupaten Mimika sudah berusia 45 tahun,” ungkap Pdt. Abraham.

Dengan demikian, jemaat GPdI di seluruh dunia, di Indonesia dan khususnya di Timika harus mensyukuri dan harus bersukacita.

Dengan dirayakannya HUT GPdI ke 100 tahun Api Pantekosta ada di Indonesia, bisa membawa iman bagi jemaat GPdI supaya semuanya boleh melakukan apa yang Tuhan perintahkan di dalam Firman-Nya.

“Sekarang kita ibadah syukuran di wilayah Mimika Timur baru, tapi akan ada juga kirab dan ibadah syukuran di wilayah Kuala Tembagapura di gereja Aloi SP3,” ujarnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar