Kasus Meninggal Akibat COVID-19 dI Kota Jayapura Menjadi 146 Orang

Bagikan Bagikan

Jubir SGPP COVID-19 Kota Jayapura dr Nyoman Antari. (Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA)
 - Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 di Jayapura, Papua menyatakan kasus meninggal akibat COVID-19 di Kota Jayapura meningkat menjadi 146 orang. 

"Memang ada peningkatan setelah terjadinya kematian dua pasien COVID-19 yang terjadi Jumat (19/3/2021) dan Sabtu (20/3/2021)," kata Jubir SGPP COVID-19 Kota Jayapura dr Nyoman Antari di Jayapura, Minggu, (21/3/2021). 

Diakui, dari laporan yang diterima sebagian besar pasien COVID-19 yang meninggal memiliki komorbid atau penyakit bawaan dan saat berobat sudah dalam kondisi sakit sedang dan berat.

Percepat Penanganan COVID-19, Gubernur Banten Perpanjang PSBB yang Ketujuh Kalinya 

"Karena itulah diharapkan warga tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan serta tidak ragu untuk mendatangi fasilitas kesehatan saat mengalami gangguan kesehatan," kata Nyoman Antari. 

Ia berharap warga tidak menunggu hingga sakit parah baru mendatangi rumah sakit untuk berobat. 

Untuk kasus positif terdapat penambahan 31 kasus hingga secara akumulatif hingga Sabtu (20/3/2021) tercatat 8.547 kasus dan yang sembuh 7.447 orang, sedangkan yang dirawat sebanyak 954 orang. 

Sebagian besar pasien COVID-19 dirawat di rumah masing-masing karena kondisinya sakit ringan (OTG) namun ada juga yang dirawat di LPMP Kotaraja yakni sebanyak 119 orang. 

Sebaran kasus COVID-19 di wilayah Kota Jayapura merata hingga menyebabkan lima distrik masuk kategori zona merah , namun lima dari 38 kampung yang tersebar di lima distrik masuk kategori zona hijau yakni kampung Mosso, Skouw Yambe, Tobati, Enggros dan kampung Tahima Soroma. 

Ketika ditanya tentang pelaksanaan vaksinasi, dr.Nyoman Antari yang juga menjabat Kadinkes Kota Jayapura mengaku hingga Kamis (18/3/2021) jumlah tenaga kesehatan yang divaksin tahap i sebanyak 3.640 orang dan vaksin tahap ii 3.056 orang. 

"Sedangkan untuk lanjut usia dan publik baru vaksin i yakni sebanyak 3.662 orang," jelas dr Nyoman Antari. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar