Keluarga Korban Diduga Korban Penembakan Palang Jalan Poros Poumako Mimika dan Tuntut Rp 5 Miliar

Bagikan Bagikan

Jalan Poros Poumako Mimika Timur yang dipalang (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Pihak keluarga korban yang diduga korban penembakan pada bentrok antar warga melakukan pemalangan jalan di sekitar lokasi kejadian, di jalan Poros Poumako depan Pertamina. Keluarga korban meminta ganti rugi berupa uang tunai sebesar Rp 5 Miliar dan juga ketegasan hukum terhadap oknum yang melakukan penembakan secara brutal tersebut.

Demikian disampaikan, Silvester yang merupakan ayah kandung korban, pada saat menerima rombongan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM didampingi Dandim 1710/ Mimika, Letkol (Inf) Yoga Cahya Prasetya, Danyon Raider 754, Mayor Inf. Doni Firmansah, Komandan Brigif 20/3 Kostrad, Letkol Inf Edy Widyanto, dan Komandan Sub Den Pom C XVII Timika, Kapten Cpm Joko Hermawan, ketika hendak bernegosiasi dengan pihak keluarga untuk membuka palang yang membuat aktivitas masyarakat terhenti, Senin (8/3/2021).

Silvester memastikan, jika anaknya (korban) mengalami cacat fisik maka pihak keluarga akan kembali melakukan pemalangan.

"Penembakan kepada anak saya ini dilakukan secara brutal, saya tidak suka. Kami minta oknum tersebut diproses hukum secara tegas, supaya hal seperti ini tidak terjadi lagi, tapi palang baru akan dibuka kembali ketika sudah bayar ganti rugi sebesar Rp 5 Miliar," ungkap Silvester.

Wabup John memastikan kepada pihak keluarga korban, bahwa oknum yang melakukan penembakan liar secara brutal akan diproses sesuai dengan aturan.

“Persoalan penembakan kita akan selidiki, siapa yang tembak dan akan diproses. Sudah ada beberapa oknum yang ditahan, namun semua harus melalui prosedur, dan memang persoalan ini salah tapi penyelesaiannya bukan dengan cara begini (palang),” ungkap Wabup John.

Dia menegaskan, ke depan tidak boleh ada lagi persoalan seperti ini. Jika pemalangan terjadi lagi dan siapapun itu akan ditangkap untuk dijebloskan ke dalam penjara. Menurutnya, segala persoalan bisa dilakukan atau bisa dibicarakan secara baik, namun tidak dengan pemalangan yang membuat aktivitas masyarakat lainnya ikut terganggu.

Sebelum bertemu dengan pihak keluarga untuk bernegosiasi agar pemalangan tersebut dibuka, Wabup John telah menyambangi korban untuk melihat keadaannya, dan ia memastikan korban akan sembuh, karena telah ditangani secara baik oleh tim medis. Dia mengaku, seluruh biaya rumah sakit akan ditanggung.

Sementara itu, Dandim 1710/ Mimika, Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya juga menyayangkan kejadian tersebut. Ia memastikan prosedur hukum terhadap oknum yang melakukan penembakan tersebut akan diterapkan secara tegas.

“Ini merupakan sebuah musibah, dan kita semua sangat menyayangkan kejadian ini, tentunya proses hukum tetap berjalan, dan kita sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut dan itu semua butuh proses,” terang Letkol Inf Yoga.

Di samping itu, Danyon Raider 754, Mayor Inf. Doni Firmansah mengatakan bahwa oknum yang melakukan penembakan akan diproses berdasarkan aturan yang berlaku.

“Saya sangat sayangkan kejadian ini, dan saya memastikan poses penyelidikan kasus penembakan dan proses hukum kepada oknum pelaku tetap berjalan,” ungkapnya.

Kepala Kampung Poumako Distrik Mimika Timur, Jhon Yohanis Yakiwur mendukung penuh Pemerintah dan juga pihak keamanan untuk mengusut tuntas kasus ini, agar kejadian serupa tidak lagi terjadi dan tidak ada lagi korban yang berjatuhan.

“Jangan sampai hal ini ini terjadi lagi, karena tanpa masyarakat tidak ada negara ini dan juga tidak ada Kabupaten Mimika,” tuturnya.

Selesai bernegosiasi, akhirnya pihak keluarga bersedia pemalangan tersebut dibuka kembali. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar