Lemasa Kecam Aksi Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Pelajar di Taruna Papua

Bagikan Bagikan

Odizeus Beanal. (Foto-Yosefina)

SAPA (TIMIKA)
- Odizeus Beanal, Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) mengecam aksi pelecehan seksual yang dilakukan oknum pembina di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) terhadap 13 pelajar yang tinggal di asrama tersebut. 

Tindakan asusila ini sangat disayangkan dan Odizeus berharap pelaku mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. 

Dia menceritakan saat membaca berita kejadian itu di Salam Papua pihaknya langsung menelpon pihak SATP untuk mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut. Setelah mengetahui  bahwa berita tersebu benar, ia bersama sejumlah rekannya langsung menuju ke Kantor Polres Mimika. 

”Ternyata benar pelaku sedang diperiksa di Kantor Polres Mimika. Kami memang sangat marah karena kami percayakan anak-anak kami untuk dibina tapi ternyata oknum pembina justru melecehkan dan memukul mereka. Kami berharap aparat kemanan memberi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya,” ujar Odizeus kepada Salam Papua via telepon seluler, Minggu (14/3/2021). 

Ia juga berpesan kepada pihak yang merekrut tenaga pembina agar melakukan seleksi sampai pada tes kesehatan mental, agar hal serupa tidak terjadi lagi. 

”Jangan sampai menerima orang dengan gangguan mental seperti ini dan pada akhirnya merugikan anak-anak kami,” tuturnya. 

Ia pun berpesan kepada pembina, pengurus dan pelajar di SATP agar saling terbuka jika menemukan atau terjadi hal-hal yang mencurigakan di sekolah atau asrama. 

 “Kalau ada terjadi hal-hal yang tidak wajar saling terbuka dan laporkan ke pihak berwajib,” kata Odizeus. 

Ia mengatakan pembina seharusnya menjadi tempat berlindung yang nyaman bagi anak-anak karena selama di asrama pembina menjadi orang tua mereka. 

 “Kami tegaskan hal semacam ini tidak boleh terulang lagi karena kami titip anak-anak kami untuk dijaga, dibina dengan penuh kasih sayang bukan untuk dilecehkan dan dianiaya” tegas Odizeus. 

Seperti diberitakan sebelumnya seorang pria sebagai oknum tenaga pembina berusia 30 tahun melakukan pelecehan seksual  terhadap 13 anak dibawah umur, yakni 12 anak laki- laki dam satu anak perempuan  yang selama ini dibinanya.

Tidak hanya melampiaskan nafsu bejatnya kepada 13 anak tersebut,  oknum pembina itu juga memukul 12 anak lainnya menggunakan kabel karena mengetahui perbuatan bejatnya itu. 

AKP Hermanto, Kasat Reskrim Polres Mimika menjelaskan bahwa kekerasan dan pelecehan terhadap anak dibawah umur terjadi pada tanggal  9 Maret 2021, sekitarb pukul 22.30 WIT di unit putra kamar Markus, Asrama Taruna Papua, Lorong Sopoyono, Kelurahan Wonosari Jaya, SP4, Distrik Wania,Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. 

Pelaku kini sudah diamankan dan telah mengakui perbuatannya. (Yosefina)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar