Misa Minggu Palma, Pastor Maxi: Pengikut Kristus Harus Menjadi Agen Perdamaian

Bagikan Bagikan
Misa Minggu Palma di Gereja Santo Stefanus Sempan, Timika (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan, Pastor Maxi Dora, OFM berpesan agar pengikut Yesus Kristus untuk menjadi agen perdamaian di tengah kerusuhan, kebencian, kekerasan, perpecahan yang sedang melanda Bangsa Indonesia.

“Hendaknya kita tetap menjadi kelompok-kelompok kecil yang tetap teguh mau menjadi pembawa damai dan agen perdamaian walaupun mungkin menjadi sasaran kebencian dan kekerasan,” pesan Maxi saat homili pada Misa Minggu Palma di Gereja Santo Stefanus Sempan, Timika, Minggu (28/3/2021).

Ia mengatakan, Yesus tidak mengajarkan pengikutNya untuk berperang tapi menjadi saksi perdamaian dan menjadi martir di zaman modern ini.

“Kita tidak perlu membawa senjata, panah dan peralatan tajam, kita cukup membawa cinta kasih, kedamaian dan menyatakan dalam masyarakat kita yang sering kacau dengan segala ketidakadilan,” ujarnya.

Menurutnya, daun palma merupakan simbol damai, tanda cinta, simbol pengabdian penuh kasih tanpa pamrih yang dilakukan Yesus Kristus.

“Sehingga sebagai pengikut Kristus, kita harus mampu menjadi saksi perdamaian di tengah ketidakadilan kehidupan ini. Dan semoga kisah sengsara yang kita renungkan hari ini menguatkan iman kita akan Yesus Kristus, Sang Damai yang hadir di tengah kita,” pesannya.

Dalam perayaan Minggu Palma ini, semua umat yang hadir tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, dengan memakai masker, mencuci tangan di halaman depan sebelum masuk ke dalam gedung gereja, jaga jarak, dan di setiap bangku dalam gereja disediakan hand sanitizer. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar