Mulai Tanggal 29 Maret, Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama dan Kedua Gunakan Interval 28 Hari

Bagikan Bagikan

Pelaksanaan vaskinasi covid-19 di hotel horison Diana Timika (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Berdasarkan surat edaran Kemenkes RI nomor HK.02.02/I/653/2021 tentang optimalisasi pelaksanaan vaksinasi covid-19, maka terhitung mulai tanggal 29 Maret 2021, interval  vaksin sinovac dosis pertama dan kedua akan menggunakan interval waktu 28 hari, yang semula hanya 14 hari.

Penambahan alternatif interval penyuntikan dosis pertama dan kedua tersebut untuk populasi dewasa (18-59). Alternatif ini dapat dipilah dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi yang menyasar populasi dewasa maupun lansia secara bersamaan.

Dalam surat edaran yang ditujukan kepada Kepala Dinas Provinsi, Kabupaten dan Kota se-Indonesia ini juga ditekankan bahwa vaksin covid-19 harus dilaksanakan secepatnya karena memiliki masa pakai yang pendek yaitu 6 bulan sejak tanggal produksi. Dibutuhkan monitoring ketat pemakaian vaksin dalam rangka mencegah pemborosan vaksin.

Selanjutnya adalah optimalisasi indeks pemakaian vaksin dengan tetap menjaga mutu kualitas vaksin. Biofarma dapat dioptimalkan penggunaanya sampai 11 dosis 0,5 mo, sesuai dengan surat Biofarma nomor SD-023.12/DIR/III/2021 tanggal 12 Maret 2021 perihal penjelasan volume vaksin.

“Berdasarkan surat edaran Kemenkes tersebut, kita pun sepakati bahwa setelah tanggal 29 Maret bagi penerima vaksin pertama akan berlaku 28 hari ke depan, yang yang kita laksanakan hari ini masih berlaku interval 14 hari,” ungkap Ketua Bidang vaksinasi Advokasi, Komunikasi dan pemberdayaan masyarakat, Lenni Silas saat pelaksanaan vaksinasi kepada karyawan di Diana dan Hotel Horison, Sabtu (27/3/2021).

Menurut Lenni, target penerima vaksin di Diana sebanyak 400 orang, akan tetapi jika dalam satu hari tidak bisa dilayani semua, maka akan dilanjutkan tanggal 29 Maret. Pelaksanaan di Puskesmas-Puskesmas, Yonif 754 dosis kedua untuk TNI, termasuk di Puspem pun masih tetap berjalan bagi tenaga honorer dan ASN yang dilayani oleh Puskesmas Jile Ale SP3.

“Pelayanan vaksin yang sifatnya statis juga tetap dilaksanakan di semua Puskesmas. Ada juga layanan mobile dari setiap Puskesmas sesuai dengan jadwal dari tim vaksinasi kabupaten,” tuturnya.

Berdasarkan informasi dari tim logistik, stok vaksin 16,316 l dosis dan yang telah terdistribusi adalah 14.940 dosis. Stok yang saat ini ada sebanyak 1.380 dosis.

“Kalau vaksin kita mulai menipis, langsung kita koordinasikan ke Provinsi. Kita syukuri sampai saat ini tidak ada yang alami efek berat atau sedang setelah divaksin. Memang ada yang alami yang efeknya ringan, tetapi hal yang biasa,” ujarnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar