Pasca Pelecahan Seksual, Orang Tua Ragu Anak-Anak Tetap Berada di Sekolah Taruna Papua

Bagikan Bagikan
Adolvina Kum bersama orang tua dan keluarga korban saat menyampaikan aspirasinya ke YPMAK tanggal 15 Maret lalu (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Sampai saat ini ada banyak orang tua korban pelecehan seksual dan kekerasan yang kuatir dan ragu anak-anaknya tetap berada di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Timika lantaran proses konseling untuk pemulihan mentalnya belum dapat dipastikan.

“Sampai hari ini proses konseling bagi puluhan anak yang alami pelecehan seksual dan kekerasan itu belum jelas. Kemarin kami terima laporan dari seorang mama dari salah satu anak yang mengalami peristiwa itu. Dia kuatir anaknya berada di asrama, karena dia belum dengar adanya proses pemulihan. Kami tim juga belum dengar proses konseling itu bagaimana,” ungkap Adolvina Kum selaku Tokoh Perempuan Amungme sekaligus Ibu anak korban pelecehan yang terjadi di SATP.

Menurut Adolvina, tim khusus orang tua dan keluarga korban pelecehan dan kekerasan akan terus mengawal proses konseling tersebut, sehingga diharapkan kepada YPMAK dan Yayasan Lokon harus memberi akses agar bisa masuk ke dalam SATP dan bisa melihat langsung prosesnya.

“Itu kejadian sudah terlalu lama yaitu sejak November tahun 2020 dan baru terkuak di bulan Maret tahun 2021, sehingga kami butuh supaya psikis anak-anak kami harus dipulihkan. Kami mau tahu berapa banyak dokter yang datang untuk konseling,” tuturnya.

Selain mengawal proses konseling, juga akan tetap mengawal putusan hukum terhadap pelaku serta terus mengikuti hingga pelaku dijatuhi hukuman. Kemudian, tim juga akan terus berkoordinasi bersama YPMAK guna memastikan apa solusi atau jawaban atas aspirasi yang telah disampaikan tanggal 15 Maret lalu.

“YPMAK harusnya bicara ke publik bahwa penanganan terhadap puluhan anak itu seperti apa supaya orang tua tidak kuatir. Sebagai orang tua, kami harus tahu juga sampai di mana proses terhadap pelakunya. Tim sudah kami bentuk kemarin,” katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar