Pelayan Publik di Mimika Mulai Divaksinasi Hingga April, Masyarakat Umum Bulan Mei

Bagikan Bagikan
Salah satu Nakes yang meneriman vaksinasi dosis kedua (Foto:SAPA/Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Pelaksanaan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Mimika hingga Selasa (2/3/2021) mencapai 80 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengatakan, pada vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua telah dilaksanakan, namun sebagian Nakes yang berada di wilayah pedalaman belum menerima vaksinasi baik itu dosis pertama maupun dosis kedua.

Jumlah Nakes yang sudah menerima vaksinasi sebanyak 5.090 orang, dimana jumlah dosis pertama mencapai 2.786 orang sedangkan dosis kedua telah mencapai 2.304 orang.

“Kita berharap yang sudah menerima dosis pertama bisa menerima dosis kedua. Hari ini sudah ada 148 Nakes yang divaksin dengan dosis pertama berjumlah 21 orang, sementara yang menerima dosis kedua  sebanyak 127 orang. Pelayanan vaksin massal kedua untuk dosis kedua lebih tinggi dibandingkan pada vaksinasi massal untuk dosis pertama yang dilakukan pada tanggal 16 Februari lalu,” ungkap Reynold.

Dia mengungkapkan, jumlah vaksinasi sinovac yang telah diterima dinas kesehatan melalui instalasi farmasi Kabupaten sebanyak 6.120 visal, telah terpakai sebanyak 5.090 visal dan tersisa 1. 030 orang.

“Visal tersisa akan digunakan untuk vaksinasi Nakes yang berada di wilayah pedalaman. Kami akan menarik mereka ke kota untuk mendapatkan vaksinasi, karena mengingat cuaca yang tidak mendukung untuk vaksinator melakukan vaksin di wilayah pedalaman. Ini juga agar kita bisa memantau secara baik pasca vaksinasi, sementara  pelayanan tetap berjalan, dimana Nakes yang ditarik akan digantikan dengan Nakes yang telah divaksin,” ujarnya.

Kurang lebih 200 Nakes di wilayah pedalaman yang belum di vaksin, khususnya didominasi wilayah pesisir.

Di samping itu, Dia memastikan minggu kedua bulan Maret ini, pelayan public di Kabupaten Mimika segera menerima vaksinasi sinovac. Ada sebanyak 18.000 visal yang akan didatangkan untuk hal tersebut.

Dijelaskan, tim tengah mendata semua pelayan public di Mimika untuk divaksin, dan Dinas kesehatan telah menyiapkan 160 vaksinator terlatih untuk melakukan vaksinasi.

Pelayan public yang dimaksud meliputi ASN dan Non ASN, TNI, Polri, BUMN, BUMD, Kantor POS, Kantor Pajak, Karyawan Bandara, Karyawan Pelabuhan, Basarnas, Bea dan Cukai, Imigrasi, Pertanian, Lapas, Pengadilan  Negeri dan Agama, Depag, Kejaksaan, Tokoh Agama, Telkomsel, PLN, Loka BPOM, BNN, Karantina Hewan, DPRD, Yayasan Pendidikan, YPMAK, PHRI, Jurnalis, Pertamina dan Telkom.

“Dinas kesehatan menyediakan beberapa fasilitas untuk vaksinasi yakni Puskesmas dan beberapa fasilitas lainnya.  Untuk TNI dan Polri vaksinasi dilakukan di setiap fasilitas kesehatan milik TNI dan Polri, dan kami sudah menetapkan melalui surat keputusan Kepala Dinas Kesehatan. Kami juga akan membuka vaksinasi massal yang akan dibuka di beberapa tempat seperti tongkonan, graha eme neme yauware dan Puspem Kabupaten Mimika,” jelasnya.

Sementara bagi pelayan public yang memiliki komorbit, tim akan merujuknya ke rumah RSUD atau RSMM untuk dilakukan vaksinasi sekaligus melakukan pengawasan.

Untuk TNI dan Polri  yang berjumlah hampir 6.000 orang, termasuk di dalamnya Satgas yang sedang melakukan tugas pengamanan di wilayah Tembagapura, vaksinasi akan dilakukan di rumah sakit Tembagapura.

“Sedangkan bagi masyarakat umum, berdasarkan timeline nasional, vasksinasi akan dilakukan mulai Mei mendatang. Maret dan April kita masih focus untuk pelayan public, bulan Mei sampai tahun depan kita akan memulai pada cakupan masyarakat dengan catatan pada zona merah,” tutupnya. (Jefri Manehat) 

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar