Pemerintah Belum Menjawab Upaya Freeport Datangkan 70.000 Vaksin Sinopharm dari Cina

Bagikan Bagikan
Vice Presiden Goverment Relation PTFI, Jonny Lingga (Foto:SAPA/Jefri ) 

SAPA (TIMIKA) - Rencana akan melakukan vaksinasi secara mandiri atau vaksinasi gotong royong, PT Freeport Indonesia (PTFI) terus berupaya mendatangkan vaksin jenis Sinopharm untuk diberikan kepada karyawannya.

Vice Presiden Goverment Relation PTFI, Jonny Lingga mengungkapkan, Freeport terus berusaha untuk mendatangkan vaksinasi jenis Sinopharm tersebut sebanyak 70.000 dosis dari Negara Cina.

Jumlah itu, sambung Jonny, cukup untuk 2 kali vaksinasi kepada 30.000 karyawan bersama keluarganya  termasuk kontraktor. PTFI juga berencana akan menambah lagi jumlah vaksinasi untuk masyarakat atau penduduk di sekitar Tembagapura.

Kepada wartawan, Selasa (23/3/2021), dia mengungkapkan vaksinasi jenis Sinopharm itu masih satu pabrik dengan vaksinasi jenis sinovac yang sementara ini digunakan oleh pemerintah.

"Kita sudah berkoordinasi dengan kementerian kesehatan, juga telah mendaftar melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) pusat, dan telah bersurat langsung kepada Bio Farma, serta berkoordinasi dengan BUMN juga internasional SOS. Sampai sekarang memang belum ada jawaban dari pemerintah pusat, sebab vaksin jenis Sinopharm baru akan didatangkan pada kuartal  kedua tahun ini atau sekitar bulan April 2021," ujar Jonny.

Menurut dia, untuk Juknis pendistribusian belum dirampungkan oleh pemerintah pusat melalui kementerian kesehatan.

"Kita berharap pemerintah dapat memprosesnya secara cepat. Freeport pada intinya siap, tinggal menunggu barangnya ada, namun sampai sekarangpun harganya belum ditentukan oleh pemerintah," terangnya.

Dalam menunggu ketersediaan vaksinasi Sinopharm tersebut, PTFI telah mempersiapkan segala hal, baik dari tempat penyimpanannya, termasuk tenaga untuk melakukan vaksinasi yang didatangkan dari internasional SOS.

Sesuai dengan petunjuk pemerintah pusat, kata Jonny, bagi vaksinasi gotong royong tidak boleh dicampur aduk dengan program vaksinasi dari pemerintah, dan vaksinator pun harus didatangkan sendiri.

Sedangkan untuk rencana vaksinasi, dirinya mengaku, Management PTFI telah melakukan sosialisasi kepada karyawan. Sementara itu, sebagian besar karyawan sudah menunggu untuk divaksinasi agar bisa bekerja dengan baik dan bisa mengurangi resiko tertularnya covid-19.

"Bagi yang menolak untuk divaksinasi tetap akan menerima resikonya, bahwasanya tetap akan dilakukan Swab dan Rapid Tes untuk turun-naik Tembagapura," tutupnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar