Pemkab akan Evaluasi Kinerja Yayasan Pengelola Taruna Papua

Bagikan Bagikan

John Rettob. (Foto-Yosefina)

SAPA (TIMIKA)
- John Rettob, Wakil Bupati Mimika sangat geram dengan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum tenaga pembina terhadap sejumlah pelajar di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP). 

Untuk itu, John mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika akan mengevaluasi kinerja dari pengurus yayasan yang selama ini mengelola SATP. 

Selain kasus pelecehan seksual terhadap pelajar, lanjut dia, banyak informasi lain yang sudah diterima terkait pengelolaan sekolah dan asrama tersebut. 

“Terkait dengan persoalan yang dialami pelajar di Taruna Papua tidak boleh terjadi lagi di Kabupaten Mimika. Pelaku harus mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Negara ini. Kami juga akan mengevaluasi pengurus yayasan yang mengelola Taruna Papua. Banyak laporan yang kami terima dan nanti kami akan evaluasi semuanya,” tegas John saat ditemui Salam Papua di halaman Gereja Santo Stefanus Sempan, Minggu (14/3/2021). 

John menyayangkan kasus pelecehan tersebut baru terungkap setelah begitu banyak pelajar mengalaminya. 

“Saya sangat menyesal, kalau sampai begitu banyak korban berarti bukan baru terjadi tapi sudah sekian lama terjadi,” ujar John. 

Ia menegaskan ke depannya untuk perekrutan tenaga pengajar, tenaga pembina atau tenaga apa saja yang bekerja di Taruna Papua harus melakukan seleksi ketat, terlebih dari sisi etika dan moral. 

 “Libatkan psikolog dalam perekrutan, jangan sampai mempekerjakan orang-orang yang gangguan mental sehingga merugikan anak-anak yang tinggal dan belajar di Taruna Papua,” ujarnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria oknum tenaga pembina di SATP berusia 30 tahun melakukan pelecehan seksual  terhadap 13 anak dibawah umur, yakni 12 anak laki- laki dam satu  anak perempuan  yang selama ini dibinanya. 

Tidak hanya melampiaskan nafsu bejatnya kepada 13 anak tersebut,  oknum pembina itu memukul juga 12 anakh lainnya menggunakan kabel karena mengetahui perbuatan bejatnya itu. 

AKP Hermanto, Kasat Reskrim Polres Mimika menjelaskan bahwa kekerasan dan pelecehan terhadap anak dibawa umur ini terjadi pada tanggal  9 Maret 2021, sekitar pukul 22.30 WIT di unit putra kamar Markus, Asrama Taruna Papua, Lorong Sopoyono, Kelurahan Wonosari Jaya, SP4, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. 

Pelaku kini sudah diamankan dan telah mengakui perbuatannya. (Yosefina)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar